oleh

Polisi Sita Narkotika Senilai Puluhan Miliar, 18 Tersangka Diamankan

PEKANBARU (HR)-Sebanyak 18 orang diamankan karena diduga terlibat tindak pidana narkotika dalam satu bulan terakhir. Bersama itu turut disita narkotika berbagai jenis yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Belasan pelaku itu diringkus berdasarkan sejumlah laporan polisi (LP) yang diterima pihak kepolisian di Riau.
Pengungkapan pertama dilakukan di Jalan Angkasa, tepatnya di depan Vihara Surya Dharma, Kecamatan Payung Sekaki, Dalam pengungkapan yang dilakukan Minggu (14/4) lalu itu, pihaknya mengamankan seorang tersangka bernama David Pratama (24), dan barang bukti berupa sabu seberat 4,820 kilogram.

Satu hari berselang, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku. Mereka adalah Aditya (27) dan Bori Prasloni (42). Kedua diamankan di depan Mapolsek Kuantan Singingi bersama barang bukti 1 kilogram sabu-sabu.

Kemudian, penangkapan dilakukan di jalan lintas Sei Pakning-Siak dan di Pelabuhan Roro Bengkalis, Rabu (24/4). Adapun tersangka yang diringkus, yakni, Tomi J Pisa (38), Rudi Setiawan (40), Yutrisman Zai (29), Beni Lasmana (34), Rangga (21) dan Nurhafiza alias Ica (28). Sedangkan barang bukti yang disita berupaya 10 kilogram sabu, 11.162 pil ekstasi, dan 14.650 butir Happy Five.

Tidak sampai di situ, petugas meringkus dua orang pria, Khoirul Amri (28) dan Marzuan (25). Keduanya dididik saat berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis, Kamis (16/5) kemarin. Di lokasi itu, petugas berhasil menangkap berserta barang bukti berupa 12 kilogram sabu dan 12.800 pil ekstasi.

Tidak sampai sepekan, penangkapan dilakukan terhadap Azi Fitria (19). Dia diduga membawa sebanyak 15 kilogram sabu-sabu menggunakan kendaraan roda dua dari Bengkalis menuju Dumai. Saat hendak dilakukan penangkapan di Jalan Arifin Ahmad Lintas Dumai-Sei Pakning, Kecamatan Medang Kampai, Azi berupaya melarikan diri sehingga dilimpahkan dengan timah panas.

Selain itu, polisi juga melakukan penangkapan terhadap John Arianto (36), Ekki Ryanto (24), Lira Monita (39), Muhammad Ilham Sidik (21), Buddi Afrianto (38), dan Dedi Kelana (40). Mereka diamankan karena diduga memiliki beberapa gram sabu-sabu.

Adapun total barang bukti dari seluruh pengungkapan itu adalah 15,5 kilogram sabu, 15.565 butir pil ekstasi, 14.480 butir Happy Five, dan 999,67 gram daun ganja kering. Seluruh barang haram itu kemudian dimusnahkan, Selasa (28/5).

Melihat tingginya barang bukti yang disita dan dimusnahkan tersebut, membuat miris Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. Dikatakannya, permasalahan narkoba menjadi perhatian serius pihaknya.

Bahkan, kata Kapolda, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan barang haram di Bumi Melayu.

“Riau ini, menjadi salah satu wilayah atensi dengan masalah narkoba di Indonesia,” ujar Kapolda di sela-sela pemusnahan barang haram itu di halaman Kantor Gubernur Riau.

Dijelaskannya, sebagian besar barang haram itu disinyalir berasal dari negara tetangga Malaysia, selanjutnya masuk ke Riau melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.
“Narkoba masuk melalaui jalur perairan. Saya sudah perintah Dir Polair, Dir Resnarkoba dan Polres jajaran untuk melakukan pengawasan di pantai timur, utara hingga ke selatan. Lokasi itu pintu masuk terdapat pelabuhan ilegal yang sangat banyak,” sebut dia.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol Suhirman mengatakan, barang bukti yang sita merupakan hasil pengungkapan dilakukan dalam satu bulan terakhir, dengan mengamankan 18 tersangka.

“Satu di antaranya, kita tembak kakinya karena berusaha kabur dengan barang bukti 15 kilogram sabu,” sebut Suhirman.
Selain narkoba, turut pula diamankan ribuan botol minuman keras (miras) dengan berbagai merek yang diduga ilegal tanpa pita Bea Cukai.
“Ada juga miras sebanyak 3.140 botol dengan berbagai merek. Ini juga kita musnahkan,” pungkas dia.(dod)

Comments

News Feed