oleh

Tradisi Masyarakat Ketika Menyambut Lebaran

PEKANBARU (HR)-Saling berkunjung sesama kerabat, teman maupun sejawat merupakan kebiasaan yang tak bisa dihindari di saat hari raya Idulfitri tiba. Keinginan berkunjung dan dikunjungi selalu ada harapan.

Islam mengajarkan bagi siapa saja yang menjadi tuan rumah, supaya menghormati tamu. Penghormatan itu tidak sebatas pada tutur kata yang halus untuk menyambutnya, akan tetapi juga dengan perbuatan yang menyenangkan. Misalnya dengan memberikan jamuan, meski hanya sekedarnya.

Salah satu yang tidak boleh ketinggalan saat lebaran yaitu tersedianya berbagai jenis kue di meja tamu. Seiring dengan itu, memasuki pekan terakhir di bulan Ramadhan, kue kering makin diburu di sejumlah pasar di Pekanbaru.

Para pedang di Pasar Bawah Pekanbaru, misalnya, mengaku saat ini kue kering untuk lebaran sudah mulai dicari pembeli dan akan mengalami peningkatan pada 3 hari menjang idul fitri.

“Menjelang lebaran seperti ini omzet bisa naik, dan pembelinya juga sudah mulai ramai. Terutama pada H-7 sampai H-3 pembeli akan semakin ramai lagi untuk berburu kue-kue kering atau makanan ringan,” ujar Narsiah, salah satu pedagang kue di Pasar Bawah.

Harganya setiap kuenya beragam mulai dari Rp.20 ribu hingga Rp.100 ribu lebih. Untuk saat ini diakui Narsiah, ada kenaikan harga yaitu Rp.5000 untuk masing-masing kue, karena harga bahan pokok yang cukup mahal.

“Lagipun kita juga tergantung distributornya, kalau distributor menaikkan harga kita juga naikkan harga, kalau tidak kita bisa rugi, lagipun para pembeli juga tidak merasa keberatan, karena mengingat kue sangat dibutuhkan saat lebaran.”

Selain diburu di beberapa pasar, sebagian warga kota bertuah juga memilih untuk membuat aneka kue dan cemilan guna disuguhkan kepada tamu yang datang pada hari Raya Idul Fitri. Kue Bawang, Kue mentega dan manisan adalah menu favorit yang menghiasi toples meja tamu warga Pekanbaru.

Ada tradisi lain yang tak kalah ditunggu dan menyenangkan, khususnya untuk anak-anak. Tradisi itu adalah bagi-bagi uang lebaran atau disebut THR. Anak-anak biasanya akan berkeliling rumah tetangganya untuk bersilaturrahmi seraya mendapatkan THR dari tuan rumah. Meski jumlahnya tidak besar, tradisi ini masih menjadi favorit bagi anak-anak hingga saat ini. (riz)

Comments

News Feed