oleh

Kejari Pekanbaru Usut Kredit Macet Rp1 Miliar di PT PER

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengusut dugaan korupsi kredit macet di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau, PT Permodalan Ekonomi Rakyat. Saat ini, status perkara telah masuk ke tahap penyidikan.

“Iya. Sudah penyidikan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, saat dikonfirmasi Haluan Riau, Selasa (11/6).

Peningkatan status itu dilakukan setelah Korps Adhyaksa Pekanbaru itu memastikan adanya peristiwa pidana dalam perkara tersebut. Itu dilakukan saat proses penyelidikan yang dilakukan beberapa bulan terakhir.

“Saat penyelidikan, kita telah melakukan klarifikasi terhadap 7 orang. Baik dari pihak PT PER maupun yang lainnya,” sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Meyakini adanya dugaan penyimpangan, status perkara kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan. Itu ditandai dengan terbitnya surat perintah penyidikan (sprindik) yang ditandatangani oleh Kajari Pekanbaru, Suripto Irianto pada akhir Mei lalu.

“Sprindiknya terbit tanggal 31 Mei lalu,” kata Yuriza yang juga pernah menjabat Kasi Pidsus di Kejari Pelalawan.

Dengan telah ditingkatkan status perkara ke tahap penyidikan, pihaknya kata Yuriza, telah mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. “Kita berharap perkara ini segera rampung,” pungkas Yuriza Antoni.

Dari informasi yang dihimpun, perkara yang diusut itu adalah penyaluran dana modal ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2013-2016 lalu, di PT PER.

Kredit macet di perusahaan pelat merah itu terkait pinjaman dana modal untuk pengembangan usaha yang diberikan kepada pelaku UMKM.

Adapun nama kreditnya adalah kredit bakulan. Ada 2 kelompok UMKM yang pembayarannya macet, yaitu pada kelompok pedagang, dan kelompok koperasi. Adapun total kredit macet dari dua kelompok itu diperkirakan mencapai Rp1 miliar.(dod)

Comments

News Feed