oleh

Di Detik-detik Akhir, Tim Hukum Prabowo Tambah Berkas ke MK

JAKARTA (HR)- Tim hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menambah berkas gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jelang penetapan registrasi gugatan.

Denny Indrayana dkk menambah berkas gugatan sekitar pukul 08.20 WIB hingga 10.00 WIB. “Melengkapi berkas yang semalam. Teman-teman tahu kan fotokopi. Jadi Alhamdulillah, kami melengkapi berkas sesuai hak konstitusional pemohon yang diatur negara dalam Undang-Undang MK dan Undang-Undang Pemilu,” kata Denny usai mengurus administrasi penambahan berkas di Gedung MK, Jakarta, Selasa (11/6).

Denny enggan merinci berkas dan jumlah bukti yang ditambah hari ini. Ia meminta publik sabar menunggu pengumuman resmi dari MK. Penyerahan berkas itu dilakukan di detik-detik terakhir. Sebab, MK akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk menentukan nasib gugatan Prabowo hari ini mulai pukul 10.00 WIB.

Saat ditanya soal Tim Hukum Prabowo-Sandi berulang kali merevisi gugatan, Denny berdalih tak ada batasan yang diatur. “Terkait dengan permohonan, yang pasti kami tadi mengajukan dan diregister. Jadi kita ikuti saja alur yang ada di MK, faktanya kami sudah mendapatkan print-nya,” tutur dia.

Prabowo-Sandi mengajukan gugatan PHPU ke MK pada Jumat (24/5). Hal itu dilakukan usai KPU menetapkan Jokowi-Maruf Amin menang Pilpres 2019 dengan 85.607.362 atau 55,50 persen suara. Sementara perolehan suara Prabowo-Sandi hanya 68.650.239 atau 44,50 persen suara. MK punya waktu 14 hari kerja untuk memutus sengketa tersebut. Sidang perdana akan dimulai Jumat (14/6) mendatang.

Klaim Menang

Prabowo-Sandiaga memperbaiki permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 dengan mengklaim menang 52 persen. Namun MK menolak perbaikan tersebut dan tetap mengakui gugatan versi 24 Mei 2019. “Menyatakan perolehan suara yang benar adalah Ir Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebesar 63.573.169 suara atau 48 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebesar 68.650.239 suara atau 52 persen,” demikian bunyi lampiran dalam gugatan tersebut sebagaimana dikutip dari website MK, Selasa (11/6/2019).

Versi Prabowo berbeda dengan keputusan KPU, bahwa jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362 suara, sedangkan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara. Jadi selisih suara sebanyak 16.957.123. “Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024,” tuntut Prabowo yang memberikan kuasa ke Bambang Widjajanto (BW) dkk.

Namun klaim kemenangan Pilpres 2019 itu hanya dijadikan lampiran. Mahkamah Konstitusi (MK) memilih menggunakan gugatan hasil pilpres yang dilayangkan Prabowo-Sandiaga pada 24 Mei lalu. Dalam gugatan versi pertama itu, Prabowo-Subianto tidak menyebut angka kemenangan suara versi dirinya. “Nah permohonan yang diregistrasi adalah permohonan awal yang tanggal 24 Mei, sementara yang disebut pemohon perbaikan permohonan itu di cap tanda terima dan dilampirkan dalam permohonan yang diregis itu. Itu yang pertama.Sementara yang perbaikan yang disebut perbaikan pemohon bertanggal 10 Juni itu dijadikan lampiran dalam permohonan yang diregistrasi,” kata juru bicara MK, Fajar Laksono, di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).(cnn)

Comments

News Feed