oleh

Kumpulkan Alat Bukti, Kejari Bakal Periksa Dirut PT PER

PEKANBARU (HR)-Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru akan melakukan pemeriksaan terhadap Syamsul Bahri. Direktur Utama (Dirut) PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) itu diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kredit macet di institusi yang dipimpinnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, membenarkan hal tersebut. Dikatakan Yuriza, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu.

“Kita sudah kirim surat pemanggilannya, hari ini,” ujar Yuriza, Rabu (12/6).

BACA : Kejari Pekanbaru Usut Kredit Macet Rp1 Miliar di PT PER

Berdasarkan surat pemanggilan itu, kata dia, Syamsul Bahri bakal diperiksa pada pekan ini. Proses pemeriksaan akan dilakukan di Kantor Kejari Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

“Pemeriksaannya dilakukan pada hari Jumat (14/6) besok,” lanjut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Selain Dirut PT PER, pada Jumat itu, proses pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap empat saksi lainnya. Mereka yakni, Manager Perkreditan, Analis Kredit, Bagian Keuangan serta mantan Dirut PT PER tahun 2013-2016.

“Jadi pada hari Jumat itu, ada lima saksi yang akan diperiksa. Mereka semuanya dari PT PER,” sebut Yuriza.

Dalam perkara ini, sudah ada 7 orang yang dimintai keterangan, baik dari PT PER maupun pihak lainnya. Itu dilakukan saat perkara masih dalam tahap penyelidikan.

Meyakini adanya peristiwa pidana dalam penyaluran kredit di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu kemudian menerbitkan surat perintah penyidikan. Sprindik itu ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto, pada 31 Mei 2019 lalu.

Meski telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, namun sejauh ini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab dalam perkara itu. Penyidik masih berusaha mengumpulkan alat bukti, baik dari keterangan saksi maupun dari dokumen-dokumen terkait.

“Kita belum menetapkan tersangka. Kita masih melakukan penyidikan,” pungkas Yuriza yang pernah menjabat selaku Kasi Pidsus Kejari Pelalawan itu.(dod),

Comments

News Feed