oleh

Diguyur Hujan, Pekanbaru ‘Berkuah’ Lagi, Jalanan Macet, Ratusan Rumah Terendam

PEKANBARU (HR)- Kota madani lagi-lagi ‘berkuah’, setelah hujan lebat yang terjadi, Selasa (11/6) malam. Jalan-jalan digenangi air, sehingga menjadi macet dan ratusan rumah warga terendam hingga selutut orang dewasa.

Salah seorang warga RT 3/RW 9 Gang Muslimin, Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, mengeluhkan drainase yang tak optimal. Pemukiman warga masih tergenang banjir hingga selutut orang dewasa akibat hujan. Awalnya air hanya menggenangi area jalan saja. Namun, menjelang mendekati dini hari, banjir memasuki rumah-rumah warga. Terpaksalah, warga bergadang semalaman untuk menyelamatkan harta benda mereka dari banjir.

Warga juga terus bersiaga hingga pagi hari, karena hujan belum berhenti. Dikatakan Ketua RT.03/RW.09, Zaimar, walaupun drainase sudah ada di sepanjang Jalan Garuda Sakti, tapi belum bisa mengantisipasi banjir. Drainase tak optimal, sebab masih ada aliran air yang tersendat. Hal ini yang menyebabkan banjir merendam rumah-rumah warga. “Lihat aja sendiri. Drainase yang mampet, jadi air hujan gak ngalir. Padahal paritnya udah besar dari sebelumnya, tetap aja kami kebanjiran,” katanya sambil menunjukkan kondisi drainase.

Hal itu diperparah dengan sampah yang ikut terbawa arus air yang deras. “Kondisi ini tentu merugikan warga, kami tidak bisa beraktivitas. Gak bisa kemana-mana, motor terkepung gak bisa di bawa keluar. Di jalan nih air nya dalam, nanti mogok kan,” sebutnya lagi.

Sebenarnya dengan adanya bangunan drainase tersebut, warga berharap bisa menanggulangi situasi banjir seperti ini. “Memang tempat kami ini langganan banjir bang, ya kami kira parit sudah besar, bisa tidak banjir lagi kan. Kalau seperti ini mah sama aja, gak ada bedanya sama parit yang dulu. Pemerintah buang-buang duit aja membangunnya,” tutup Zaimar.

Tak hanya itu, banjir juga merendam ratusan rumah warga di Jalan Teropong, Kecamatan Tampan. Warga terpaksa memasang palang atau kayu di tengah jalan agar tidak ada kendaraan yang melintas. Sejumlah warga yang pulang ke rumah, terpaksa mengambil jalan alternatif untuk menghindari banjir.

Banjir juga terjadi di Jalan Kartika Sari, Kecamatan Rumbai, tepatnya di depan gerbang Universitas Lancang Kuning (Unilak). Air menggenangi jalan akibat luapan dari drainase di sisi jalan. Kondisi cukup parah terjadi di pemukiman warga Kawasan Jalan Cipta Karya Ujung. Banjir menggenangi sejumlah rumah warga. Selain itu, kondisi banjir juga terjadi di Kelurahan Sialanunggu Kecamatan Tampan. Tepatnya di RW 17, 11 dan 26. Kawasan Kecamatan Tampan masih jadi langganan banjir saat hujan menguyur dengan intensitas tinggi. Masyarakat masih bertahan karena genangan banjir belum terlalu tinggi.

Ketinggian banjir sekitar 30 sentimeter. Banjir tidak cuma menggenangi jalan lingkungan. Air juga menggenang hingga ke halaman rumah warga. Kawasan lainnya yang juga kena dampak banjir adalah Jalan Datuk Laksamana. Banjir di kawasan ini terjadi akibat luapan aliran Sungai Batak. Pelaksana tugas Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Burhan Gurning saat dikonfirmasi, memastikan belum ada warga yang mengungsi akibat banjir. “Kalau mengungsi belum, tapi kita tetap antisipasi,” kata dia.

Saat ini, kata dia, personel BPBD Kota Pekanbaru sudah siaga. Mereka siap menyiagakan perahu karet, bila masyarakat butuh evakuasi. Ada empat tim melakukan monitor di sejumlah titik. Tim melakukan monitor dengan sepeda motor. Ada empat motor yang melakukan pemantauan. “Mereka menyebar di Tampan, Rumbai, Tenayan Raya dan Payung Sekaki,” jelasnya.

Sementara itu, petugas kesehatan dari Puskesmas setempat sudah turun melakukan pemeriksaan kesehatan warga. Beruntung, tidak ada warga yang terjangkit penyakit. “Petugas kami tadi sudah turun memeriksa kesehatan warga yang di lokasi banjir. Kondisi warga masih aman,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldi.
Banjir yang terjadi juga menyebabkan jalanan macet. Ini terjadi di hampir setiap jalan protokoler hingga jalan perumahan. Selain tingginya intensitas air hujan yang turun, buruknya drainase kota menjadi penyebabnya.
“Selalu begini, jika hujan turun deras, di mana-mana jalanan digenangi air,” aku Jefri, salah seorang warga yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman.
Tingginya air yang menggenangi permukaan jalan tak pelak membuat sejumlah pengendara harus mendorong motornya lantaran mogok.(hrc/mal)

Comments

News Feed