oleh

Pemkab Meranti Temukan Keganjilan pada Hitungan KWH Meter

MERANTI (HR)-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan menunda pembayaran tagihan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah mereka. Penundaan pembayaran tersebut untuk satu bulan tagihan piutang tunggakan pada Mei 2019, dan satu bulan piutang berjalan yang jatuh pada Juni 2019 ini.

Hal tersebut dilakukan karena tagihan tersebut dinilai pemkab Meranti belum jelas secara keseluruhan. Sehingga, mereka berniat untuk memperjelas akurasi total tagihan yang kepada pihak PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang.

Hal tersebut disampaikan Kabag Ekonomi dan SDM Setdakab Kabupaten Kepulauan Meranti Afifuddin kepada Rabu (12/6).

Dikatakannya, melalui surat yang disampaikan pihak PLN, besaran tagihan Mei 2019 sebesar Rp. 228.252.070, – sementara tagihan Juni 2819 sebesar Rp. 235.963.277. Dimana jika ditotalkan tagihan ke dua bulan tersebut sebesar Rp464.188.347.

Tagihan tersebut menurutnya timbul dari rekapitulasi pemakaian bulanan terhadap 73 Kwh meter PJU yang tersebar di Kepulauan Meranti.

“Dari jumlah Kwh meter itu daya-nya bervariasi, mulai 3300 Va, hingga 33000 Va. Cuma ada beberapa tagihan yang dinilai menonjol dengan pakaian perbulan yang sama besar, dan layak dipertanyakan. Lagipula menurut saya tidak pantas PJU diakomodir oleh Kwh meter yang daya begitu besar hingga 33.000. Bukan pabrik,” ujarnya.

Lagipula tambahnya lagi, dalam surat tagihan yang dikeluarkan oleh pihak PT PLN (Persero) Selatpanjang itu juga tidak menerangkan perjalanan angka stand Kwh meter perbulan. Menurutnya, didalam surat itu hanya menerakan total pemakaian setiap Kwh meter.

“Makanya kami tunda dulu pembayarannya. Kita akan panggil pihak PLN untuk memperjelas penetapan tagihan tersebut. Sehingga ini terang benderang. Jika ini sudah jelas baru kita bayarkan,” ungkapnya.

Di samping itu, Afifuddin tidak menyangkal jika progres program meterisasi PJU masih terkendala dengan ketersediaan dan kemampuan anggaran.

Namun ia mengaku, setiap tahun pihaknya telah berupaya maksimal dalam membenahi secara bertahap realisasi meterisasi walaupun tidak banyak.

“Seperti tahun ini kita telah melaksanakan meterisasi untuk tujuh kecamatan. Setiap kecamatan akan dan telah dipasang PJU-nya sebanyak dua Kwh meter. Totalnya ada 14 Kwh meter,” ujarnya.(trc/mel)

Comments

News Feed