oleh

Pemkab Kampar-BB BKSDA Riau Teken Mou RKT dan RPT

PEKANBARU (HR) -Bupati Kampar yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Kampar Ir. Aliman Makmur, Kepala Dinas PUPR Kampar Afdal, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Zulia Dharma menandatangani Rencana Pelaksanakan Program (RPP) Tahun 2019-2022 dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2019 dengan Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono di Gedung KSDA Riau di Pekanbaru, Kamis (13/6).

Penandatanganan sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerjasama Antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Riau dengan Pemerintah Kabupaten Kampar tentang pengembangan wisata alam terbatas sebagai penguatan fungsi Kawasan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Baling melalui pembangunan jalur interpertasi dan pengembangan penguatan fungsi masyarakat adat yang telah ditandatangani pada tanggal 13 Maret 2019 lalu di Kementerian LHK di Jakarta maka selanjutnya perlu dilakukan penandatanganan

Pada kesempatan itu sejumlah Kadis terkait, Kepala Bagian Kerjasama Kabupaten Kampar Sasminedi, Camat Koto Kampar Hulu Dasril menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program pembangunan di Kawasan Hutan lindung Marga satwa Rimbang Baling Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Kepala BB BKSDA Riau Suharyono usai penandatanganan MoU menyatakan ini merupakan langkah selanjutnya terhadap program yang telah dilakukan sebelumnya.
“Banyak kegiatan yang berkaitan ekonomi masyarakat yang akan kita buat, begitu juga terhadap kegiatan wisata ini semuanya dalam upaya memajukan taraf hidup masyarakat setempat yang telah bertahun-tahun dalam kondisi yang terisolir,” kata Suharyono.

Ia menyebut dengan melibatkan semua Pemuda di seluruh desa yang ada di Desa desa di kawasan Rimbang baling, akan melahirkan berbagai kegiatan seperti lari lintas alam sejauh 15 kilo meter se Provinsi Riau, dengan melibatkan 200 orang Pemuda dan remaja pada bulan Juli 2019 mendatang sebagai panitia.
“Ini langkah awal yang dapat kita lakukan sebelum RKT dan RPP dapat kita jalankan,” tambahnya lagi.

Draf Kerjasama ini mengandung materi dan kegiatan berupa RPP dan RKT bahwa program perencanaan, pelestarian lingkungan hidup, Wisata alam terbatas, yang telah susun sesuai dengan pasal-pasal yang ada didalam MoU, terdiri dari lima program besar tersebut yang pada intinya pelestarian lingkungan hidup, kampung iklim, pembinaan Ekonomi masyarakat dan penguatan fungsi adat sosialisasi, maupun pengkajian program ekonomi masyarakat yang setiap tahun akan anggarkan.

Kepala DLH Aliman Makmur menyampaikan program ini juga untuk menaikkan income dengan tetap terpeliharanya ekosistem dan kelestarian alam.

“Di sini ada tiga fungsi yang berkaitan yakni hutan adat dan hutan lindung, ekonomi masyarakat dan incame masyarakat, Pemkab Kampar sangat Komitmen untuk menjalankan RPP dan RKT yang tertuang didalam MoU tersebut, sehingga Ekonomi masyarakat terangkat disamping tetap terpeliharanya kawasan hutan,” ungkap Aliman. (ari)

Comments

News Feed