oleh

Giliran Mantan Analis Diperiksa Jaksa terkait Kredit Macet di PER

PEKANBARU (HR)-Rahmi Wati memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Mantan Analis PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) itu diperiksa dalam perkara yang tengah disidik Koprs Adhyaksa Pekanbaru itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni tidak menampik adanya pemeriksaan terhadap Rahmi Wati. Dikatakannya, Rahmi merupakan salah satu saksi dalam perkara dugaan kredit macet di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu.

“Iya. Yang bersangkutan (Rahmi Wati,red) diperiksa sebagai saksi,” ungkap Yuriza Antoni saat dikonfirmasi Haluan Riau, Rabu (26/6).

Menurut dia, Rahmi diduga mengetahui perihal kredit yang pernah disalurkan pada tahun 2014 lalu itu. “Siapapun yang diduga mengetahui, tentu kita panggil untuk dimintai keterangan,” sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Dengan pemeriksaan Rahmi tersebut, diketahui sudah ada belasan saksi yang diperiksa. Keterangan mereka selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Sudah ada belasan saksi yang diperiksa. Itu berasal dari pihak PT PER, maupun para pedagang,” sebut dia.

Jumlah tersebut diyakini masih bertambah. Setelah rampung, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

“Setelah rampung akan diakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” pungkas Yuriza yang sebelumnya juga pernah menjabat Kasi Pidsus Kejari Pelalawan itu.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan itu ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

Dimana, penggunaan fasilitas kredit yang diterima dua mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER atau digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya.

Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan pada pada 31 Mei 2019 dengan diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditangani Kepala Kejari Pekanbaru. Pada tahap penyelidikan, penyelidik sudah memeriksa 7 orang dari PT PER dan pihak swasta.(dod)

Comments

News Feed