oleh

Imbau Masyarakat tidak Rusak Lahan HGU Musim Mas

Pelalawan (HR)-Manajemen PT. Musim Mas melakukan upaya hukum kepada para oknum-oknum masyakarakat yang melakukan pengrusakan dan penyerobotan areal konservasi HGU PT. Musim Mas.

Salah satu oknum masyarakat yang melakukan penyerobotan dan pengrusakan lahan konservasi PT. Musim Mas adalah Su dan Ba yang merupakan warga Desa Air Hitam yang terjadi pada bulan Februari 2018 lalu.

Upaya hukum yang dilakukan oleh PT. Musim Mas tersebut merupakan upaya terakhir setelah upaya-upaya lainnya berupa imbuan, sosialisasi dilakukan.

“Selama ini perusahaan selalu mengedepankan upaya persuasif melalui imbaun dan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan merusak apalagi menyerobot areal konservasi yang berada di dalam HGU PT. Musim Mas,” tutur Manajer Humas PT Musim Mas, Ibrahim, Senin (31/5).

Karena, apabila areal konservasi tersebut dirusak apalagi diserobot untuk dibuka lahan perkebunan maka akan merusak lingkungan.

“Tentu kami selalu terus sampaikan sosialisasi. Tetapi apabila upaya persuasif dan himbaun kami tidak digubris maka akan berhadapan dengan hukum,” tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Su dan Ba mengklaim lahan PT. Musim Mas seluas 2.050 Ha masuk Desa Air Hitam. Keduanya dilaporkan oleh PT. Musim Mas karena menyerobot dan merusak areal konservasi PT. Musim Mas.

Pada Rabu (29/5) 2019 Pengadilan Negeri Pangkalan Kerinci menjatuhkan hukuman kepada Su 4 tahun penjara denda Rp3 miliar subsidier 6 bulan serta B 2 tahun penjara denda Rp600 juta subsidier 2 bulan.

Menanggapi vonis tersebut Ibrahim menyampaikan hal ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat tersebut mematuhi imbauan dan sosialisasi yang telah dilakukan manajemen kepada masyarakat.

Selama ini beragam pelanggaran tak berdasar dihembuskan dilakukan oleh PT Musim Mas. Misalnya, penyerobotan lahan seluas 2.050 hektare di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui. Justru, HGU Musim Mas tidak termasuk di desa tersebut.

“Saya sudah sampaikan bahwa HGU PT. Musim Mas tidak ada di Desa Air Hitam, malah dituding kami melakukan penyerobotan lahan di daerah tersebut. Kan aneh sekali,” terang, Ibrahim, seraya mengingatkan agar masyarakat jangan sekali-kali merusak dan menyerobot areal konservasi PT. Musim Mas. (pen/rls)

Comments

News Feed