oleh

Polisi Berhadapan dengan Pencuri yang Kelaparan, Apa yang Terjadi?

INTERNASIONAL (HR) – Polisi adalah penegak hukum dan penumpas kejahatan. Lantas bagaimana pula jadinya jika seorang polisi dihadapkan pada sebuah masalah hati nurani dan aturan hukum. Mana yang harus dikedepankan?.

Seperti yang dialami petugas kepolisian Penang, Malaysia, Muhammad Azizan. Dia dan rekan seprofesinya memutuskan untuk melepaskan seorang bapak yang mencuri roti di sebuah toko.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 26 Juni 2019, kisah ini viral di media sosial belakangan setelah Azizan mengunggahnya di Facebook. Banyak netizen tersentuh saat menyimak kisah tersebut.

” Sekali waktu, ketika sedang tugas ada panggilan dari gerai Tesco melaporkan mereka telah menangkap pencuri dan meminta polisi membawanya,” tulis Azizan.

Ketika tiba di ruang keamanan toko, Azizan melihat ada pria duduk di kursi. Sedangkan di atas meja ada dua bungkus roti.

” Kami diberitahu bahwa dia mencoba mencuri roti yang harganya tidak sampai 10 ringgit (setara Rp34 ribu),” kata dia.

“Anak Saya Belum Makan Nasi Dua Hari”

Azizan tidak percaya dengan keinginan pihak pengelola ritel. Dia kembali bertanya kepada petugas keamanan apakah serius hendak memenjarakan pencuri yang mengambil barang dengan nilai sangat kecil.

” Petugas keamanan hanya berkata itu sudah perintah dari atasannya sehinga kami tak punya pilihan untuk membawa pelaku ke kantor polisi,” ucap dia.

Saat dalam perjalanan menuju kantor polisi, dia menanyai pelaku mengapa sampai mencuri roti. Jawaban pencuri itu membuat hati teraduk-aduk.

” Anak saya belum makan nasi dua hari, saya hanya bisa membelikannya biskuit seharga 20 sen,” kata Azizan menirukan ucapan pencuri itu.

Teganya Pengelola Toko

Saat tiba di kantor polisi dan petugas keamanan toko hendak membuat laporan, atasan Azizan, Sersan Mayor Sharudin datang. Mendengar kisah pencurian itu, dia meminta petugas keamanan agar atasannya datang ke kantor polisi.

Saat pengelola toko datang, Sharudin menegurnya. Polisi itu mengatakan situasi si pencuri sangat memilukan.

Tetapi, pengelola toko justru mengatakan ke pelaku jika ingin kasus itu ditutup dia harus mengeluarkan uang 10 kali lipat dari harga barang yang dicuri. Mendengar itu, Sharudin segera membayarkan uang kepada pengelola toko.

Si pencuri seketika berlutut di kaki Sharudin dan menangis. Dia terharu dengan kebaikan polisi itu.

Ujian Tuhan

” Sekarang Tuhan tidak sedang menguji kamu tapi Dia menguji saya. Dia ingin melihat apa yang bisa saya lakukan untuk menolong saudara saya yang membutuhkan,” kata Sharudin.

Kepada polisi itu, si pencuri mengaku dia baru saja dipecat. Sedangkan istrinya kabur meninggalkannya dengan anak usia lima tahun.

Sharudin lalu memasukkan uang di kantong celana pencuri itu agar bisa memberi makan anaknya.

Beberapa bulan kemudian, pencuri itu datang lagi ke kantor polisi dan hendak mengembalikan uang kepada Sharudin, sayangnya polisi itu sudah pindah tugas. (Sumber:Dream)

Comments

News Feed