oleh

Satpol Siap Segel DNA Fun and MBC Hotel

 

PEKANBARU (HR)- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Agus Pramono, menegaskan pihaknya siap menyegel DNA Fun and MBC Hotel yang diduga tak mengantongi izin.

“Jujur saya siap segel itu hotel kalau memang tak berizin. Itu memang tugas saya sebagai penegak Perda, namun tentu harus dikoordinasikan dengan OPD terkait. Karena bangunan itu sudah berdiri bahkan disebut-sebut sudah beroperasi,” tegas Kasatpol, Rabu (26/6).

Dalam setiap penertiban dilakukan Agus, meminta OPD terkait untuk mendampingi pihaknya. Sebab ada beberapa hal yang harus ditanyakan, termasuk izin yang harus dilengkapi. “Sampai hari ini saya belum ada menerima tembusan terkait peringatan atau penertiban hotel itu. Sekali saya sampaikan, kami siap menyegel,” ulang Agus Pramono.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah beroperasi sejak bulan Mei 2019, DNA Fun and MBC Hotel di Jalan Tuanku Tambusai, diduga tak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Pantauan di lokasi, Selasa (25/6), posisi hotel berada bersebelahan dengan Toko Mitra Bangunan,tepatnya di seberang simpang Jalan Srikandi.

Di luar area hotel terlihat satu unit kendaraan roda empat terparkir dan sejumlah sepeda motor, tampak pula plang nama hotel yang masih ditutup dengan kain berwarna biru. Beranjak ke dalam, Wartawan, disambut dua orang karyawan hotel di sana, namun saat coba ditanyakan terkait izin, mereka enggan menjelaskan. Kemudian mengarahkan Wartawan untuk menjumpai pihak keamanan hotel.

Menurut salahseorang pihak keamanan yang mengaku baru seminggu bekerja, mengatakan tak ada satupun pihak manajemen yang bisa dikonfirmasi. Dengan alasan sedang tak berada di tempat karena mendadak bertolak menuju Kota Medan, Sumatera Utara, untuk satu keperluan. “Semuanya ke Medan bang, tak ada yang bisa kasi keterangan,” ujar pria itu enggan menyebutkan nama.

Menurut dia, aktivitas di hotel sejauh ini masih sepi, tak ada fasilitas selain kamar dan kolam berenang. Diperkuat dengan neon box bertuliskan nama hotel yang masih ditutup. Padahal berdasarkan penelusuran di googe.com, hotel sudah membuka pesanan kamar melalui online.

Dengan harga bervariasi mulai dari Rp150 ribu permalam, bukan haya kamar, pihak pengelola juga memiliki layanan SPA dan Massage. Ditawarkan dengan harga berkisar Rp 100 ribu/jam untuk tamu hotel, sedangkan bagi pengunjung bukan tamu hotel harus menyiapkan uang sekitar Rp300 ribu/jamnya. Mirisnya lagi, pria yang bertugas sebagai salahsatu keamanan di sana juga menjelaskan, belum ada aktifitas di kolam berenang yang disiapkan. Meski saat pantauan terlihat sejumlah anak- anak sedang melakukan aktifitas berenang di sana.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, F. Rudi Misdian, tak menampik DNA Fun and MBC Hotel, belum mengantogi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Mereka harus melengkapinya dengan Andalalin (Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas). Saat ini mereka belum melengkapi itu, makanya tidak bisa punya IMB,” kata Rudi.

Menurut Rudi, pengelola memang sudah mengajukan izin kepada pihak DPM-PTSP Kota Pekanbaru, namun belum melengkapi persyaratan untuk penerbitan IMB. “Kami sudah ingatkan empat hingga lima kali. Mereka kalau membangun harus punya IMB. Pengelola seharusnya menghentikan operasional untuk sementara, termasuk membuka kolam renang sampai izin rampung.Mereka juga harus punya rekomendasi dari sejumlah instansi terkait untuk melengkapi perizinan. Teramsuk pula rekomendasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP),” imbuhnya.

Sekretrais Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra yang akarab disapa Yayan, sejauh ini, mengaku belum menerima informasi terkait rekomendasi penerbitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata dari DPM-PSP. “Sejauh ini kita Disbudpar belum dapat informasi dari DPM-PTSP untuk merekomendasikan TDUP, karena dasar kita merekomendasikan TDUP biasanya dari pengajuan permohonan dari pengaju izin, kemudian DPM-PTSP meminta tim teknis dari Disbudpar turun ke lapangan. Sampai hari ini belum ada,” tutup Yayan. (her)

Comments

News Feed