oleh

Objek Wisata di Inhu Rawan Pungli

RENGAT (HR)-Belum maksimalnya pengelolaan objek wisata di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), menjadikan lokasi lokasi objek wisata di Inhu ini dimanfaatkan oleh oknum masyarakat dan organisasi untuk mencari keuntunggan pribadi, sehingga objek wisata di Inhu rawan Pengutan Liar (Pungli).

Selain Punglii, tentunya juga objek wisata yang rata rata jauh dari keramaian, sangat minim dari segi keamanan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dimana seorang anak usia 10 tahun harus meregang nyawa setelah tengggelam di air terjun Tembulun.Belum lagi, objek objek yang ada belum memiliki izin untuk pengelolaannya.
Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Inhu, Lishaizar mengatakan bahwa hampir seluruh objek wisata alam di Inhu saat ini tidak punya izin.

Menurutnya pengelola objek wisata tersebut segera mengurus izinnya, sehingga pemerintah bisa turut campur tangan dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata tersebut.”Melalui campur tangan pemerintah, nantinya objek wisata tersebut bisa mendapatkan kucuran anggaran untuk pengembangan objek wisata tersebut,” kata Lishaizar.

Dikatakannya, dengan campur tangan pemerintah maka bisa menghindari terjadinya pungutan liar (Pungli) di dalam objek wisata tersebut.”Berdasarkan aturan apabila sudah memiliki izin maka ada sumber penghasilan asli daerah yang bisa dikelola dari objek wisata alam tersebut,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Ibrahim Alimin memastikan bahwa objek wisata Tembulun di Dusun Sungai Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu tidak berizin.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar objek wisata tersebut ditutup sementara hingga pengelola mengurus izinnya.”Objek wisata Tembulun di Sungai Arang tidak memiliki izin, kita sarankan agar ditutup sementara sampai pengelola mengurus izinnya,” kata Ibrahim.

Comments

News Feed