oleh

Dalih Menambah Lokal di SMAN 15 Pekanbaru, Kadisdik Riau Belum Keluarkan Izin

Pekanbaru (HR) -Pasca penerimaan dan pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberap hari lalu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menerim laporan dari masyarakat terkait dengan beredarnya selebaran pungutan penambahan lokal baru, sebesar Rp 5.500.000 ribu, dari SMAN 15 Pekanbaru.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudiyanto, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menyetujui penambahan lokal di SMAN 15, sesuai dengan surat edaran yabg berlaku. Karena sesuai aturan sekolah tidak dibenarkan memungut biaya selama PPDB termasuk menambah lokal.

“Kami sama sekali tidak pernah menyetujui adanya penambahan lokal. Apa yang dilakukan oleh pihak sekolah SMAN 15 sudah kami tolak. Nah ini tentu bertentangan dengan peraturan yang berlaku, Sudja jelas tidak boleh menambah lokal,” tegas Rudiyanto, Kamis (11/7).

“PPDB telah selesai dilaksanakan, dan berapapun siswa yang diterima segitulah yang dijalankan. Memang saat ini banyak masyarakat kita yang ingin memasukkan anaknya ke sekolah negri tidak bisa masuk. Dan kita akui juga bahwa jumlah siswa yang lulus dari SMP 40 persen melebih penerimaan siswa penerimaan SMAN,” kata Rudi.

Mantan Pj Bupati Indragiri Hilir ini, mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan pihak kepala Sekolah, dan penambahan lokal tersebut juga telah di rapatkan dengan orangtua siswa dan komite. Namun hal tersebut tidak dibenarkan, karena akan membuat proses belajar mengajar akan terganggu.

“Mereka mengatakan itu sudah persetujuan komite dan orangtua siswa, tapi itu tidak dibenarkan. Memungut biaya daro orangtua dangan biaya yang besar. Dan saya sudah menegur kepala sekolahnya tetap saja dijalankan. Sekarang harus diselesaikan,” kata Rudi.

“Kalau ada orangtua siswa yang Sudan terlanjur membayar, saya minta kepada pihak sekolah untuk mengembalikannya. Dan siswa yang tidak masuk di SMA 15 bisa mencari sekolah lainnya,” tambahnya.

Untuk mencari solusi kurangnya sekolah dan lokal di SMA Negri, Rudi mengakui bahwa untuk tahun ini belum bisa dilakukan. Aturan kementrian pendidikan dan kebudayaan sudah dijalankan pada tahun 2019 terkait PPDB. Dan sebagai solusinya, Permendikbud untuk PPDB akan dievaluasi, salah satunya dengan menambah sekolah negri dan lokal.

“Memang tahun ini melebihi kuota penerimaan siswa SMA negri tidak mampu menampungnya. Kalau kita mai menambah lokal bisa di masukkan pada tahun depan, dan membuat sekolah baru. Tali sesuai dengan syarat, terpenuhi muridnya, ada lahannya minimal 1,5 ha,” jelasnya.

“Tidak sembarangan kita menambah lokal dan membuat sekolah baru, dan Pemerintah siap membantunya, Gubernur juga mengatakan akan membantu sekolah termasuk sekolah swasta. Agar biaya lebih murah dan tidak memberatkan siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 15 Kota Pekanbaru Elmi Gurita, mengatakan pemberitaan dirinya memungut uang masuk tidak benar. Dan keinginan penambahan lokal bukanlah keinginan tapi keinginan orangtua.

” Biaya pembangunan gedung sekolah murni keinginan orangtua, karena tidak ada lagi solusi untuk menampung anak yang tidak tertampung di SMA 15 ini,” katanya.

Disinggung apakah permintaan orangtua tersebut sudah disampaikan ke dinas pendidikan. Ia mengakui sudah berkoordinasi, namun Kadisdik mengatakan tidak ada penambahan lokal.

“Sudah, pak kadis menyampaikan bahwa untuk panambahan kelas tidak ada. Terutama untuk SMAN 15 ini. Karwna memang ruangan yang ada hanya seperti itu. Tapi jika terpaksa harus tambah kelas musyawarahkanlah dengan baik supaya tidak menimbulkan masalah baru. Inilah pesan pak kadis,” tutupnya. (nur)

Comments

News Feed