oleh

Sekaligus Resmikan Kantor Desa Simpang Harapan

TAMBUSAI UTARA (HR)-Lawatan Kunjungan kerja Bupati Rokan Hulu Sukiman ke Desa Simpang Harapan, Kecamatan Tambusai Utara, selain silaturrahmi dengan masyarakat juga meresmikan gedung desa baru.

Dikegiatan itu, hadir para kepala dinas, badan, Kantor Camaro Tambusai Utara, Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati, Kades Simpang Harapan Kaslan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta perangkat Desa Simpang Harapan.

Kepala Desa Simpang Harapan Kaslan dalam sambutannya mengatakan, Desa Simpang Harapan berdiri sejak tahun 1998 di 2017 Pemkab Rohul membantu pembangunan kantor desa.

Kemudian, Kaslan juga menegaskan, selama ini mereka sebagai tumpuan dan pengaduan masyarakat, termasuk terkait masalah jalan masuk ke desa yang masih jalan tanah bila hujan becek kalau kemarau banyak debu.

“Ada selisih paham dengan masyarakat, seolah olah itu tanggung jawab desa. Karena sepanjang 3 km bila sampai DK 4 sekitar 7 km jalan dilakukan perbaikan secara swakelola, jalan ini merupakan urat nadi mengangkut perekonomian masyarakat sehingga sangat vital bagi masyarakat,” kata Kasalan.

Kaslan juga mengakui, material tidak pernah dibantu, hanya alat berat dibantu dan bila hujan material tergerus air.

Kini kata Kaslan, secara dana swadaya sekitar ratusan juta sudah ada untuk membenahi jalan, dan material selalu kita masukan namun setiap hujan material hanyut dibawa air, karena tidak ada drainase.

“Termasuk ada sekolah MI Dan MDa pelajar di sekolah yang belajarnya di lantai, kami harapkan untuk dibantu,” harap Kasalan.

Kasalan juga mengaku, selain dibantunya pembangunan Kantor desa Rp100 juta lebih, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 dapat bantuan pembangunan pasar desa Rp1,8 miliar dan kini dalam tahap pelaksanaan.

Sedangkan tokoh masyarakat, Susilo di hadapan Bupati Sukiman menyampaikan, terkait permasalahan jalan, serta ratusan sertifikat tanah masyarakat yang sampai kini belum ada kejelasan.

“Hingga detik ini kenyataan bertolak belakang dari surat yang dikeluarkan itu.karena ada perusahaan yang menyatakan, bila mau surat tanah harus dilunasi dulu.

“Mohon ke Bupati, ini fakta belum selesai bagaimana aslinya. Awalnya kami yang membuat ladang mulai ngimas hingga tanam kami yang melakukan, bagaimana dulunya banyak jiwa yang sudah melayang.Berharap sertifikat tanah kami ada kejelasannya,” harap Susilo.

Sikapi pernyataan Kades dan dikuatkan oleh tokoh masyarakat, Bupati, akan membantu perbaikan jalan dan drainase.

“Insyalah 2020 akan dibangun, dananya dari pemerintah.
Pendanaan semuanya dari dana permintah pusat, insyalah saya sudah setahun 6 bulan penuh jadi bupati dan kewenangan penuh bisa membangun Rohul,”

“Namun karena kondisi keuangan dari pusat seperti itu, maka kita bagi bagi. Baik itu ADD dan DD sekitar Rp1,6 miliar yang kita kucurkan di 156 desa, bisa dilakukan untuk pembangunan sesuai kewenangan desa, sesuai visi misi membangun desa menata kota,” ucap Bupati Sukiman.

Saat ini jelas Bupati lagi, memang dana yang ada harus dibagi bagi, dirinya yakin bahwa dirinya punya cita cita untuk melakukan perbaikan masyarakat desa.

“Sesuai kemampuan keuangan, ,akan kita akan bantu untuk jalan dan parit kita juga bantu MI dan MDa, itu sebenarnya kewenangan Kemenag, namun dari dana hibah ajukan saja dan kita akan sampaikan ke dinas terkait,” ucapnya.(hrc/mel)

Comments

News Feed