oleh

Insiden Kejurda Road Race Bengkalis, Seorang Penonton Meninggal Dunia

BENGKALIS (HR)- Insiden jatuhnya pembalap saat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Road Race Bengkalis di Sirkuit Non Permanen Lapangan Tunggu, Minggu (14/7), memakan korban.

Seorang penonton bernama Muhammad Syukur (21) meninggal dunia karena dihantam motor salah seorang pebalap yang terjatuh karena bersenggolan dengan sesama pebalap saat di tikungan. Sementara pembalap yang jatuh tersebut mengalami luka.

Dari video yang beredar di Youtbue, peristiwa itu terjadi menjelang tikungan di depan Kantor Diskominfotik Kabupaten Bengkalis. Korban yang mengenakan baju merah terpental saat dihamtam motor pembalap yang terjatuh. Saking kerasnya, pembatas sirkuit dan pagar Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis jebol.

Korban sempat dirawat di RSUD Bengkalis dan melewati masa kritis. Namun tidak berapa lama dipindahkan ke ruang perawatan lantai III RSUD, warga warga Jalan Bantan Gang Suka Maju, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis ini menghembuskan nafas terakhir, Senin dini hari (15/7/2019) pukul 01.40 WIB.

Abang kandung korban Muhammad Amin menuturkan adiknya sempat mendapat perawatan di RSUD dan melewati masa kritis usai insiden di arena balap. “Saya dapat informasi sekitar Maghrib, waktu itu masih kritis. Habis Isya, saya dari Bunga Raya ke Bengkalis sampai pukul 23.00 WIB. Waktu saya sampai masa kritisnya sudah lewat dan dirawat di ruang lantai III RSUD,” ungkap Amin yang tinggal di Siak.

Karena sudah melewati masa kritis, Muhammad Amin mengira adik kandungnya bakal pulih. “Belum lama di sana (ruang rawat), sekitar pukul 01.40 WIB menghembuskan nafas terakhir. Lepas dari masa kritis dia bisa ngomong, orang beranggapan dia bisa pulih,” ucapnya datar.

Pihak keluarga berharap Pengurus IMI Kabupaten Bengkalis datang ke rumahnya memberikan penjelasan kejadian tersebut. “Tadi malam katanya orang IMI ada datang ke rumah sakit. Tapi bagaimana penjelasan, endingnya tidak tahu. Harapan kami dia datang kesini (ke rumah),” imbuhnya. Korban telah dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Senggoro.

Bertanggung Jawab
Penanggungjawab Kejurda Road Race Bengkalis 2019, Chairul Afrizal didampingi Ketua IMI Korwil Bengkalis Windi Trisnawan dan sejumlah pengurus KONI Kabupaten Bengkalis menyatakan, jatuhnya pebalap yang menyebabkan korban jiwa, sangat disayangkan.

“Kami tak menginginkan kecelakaan ini terjadi, apalagi sampai mengorbankan penonton. Kami sebagai penanggungjawab penyelenggara akan terus berkoordinasi dan bertanggungjawab kepada pihak keluarga. Kami tidak akan lepas tangan kami penyelenggara dan Korwil IMI akan bahu membahu. Intinya kami tidak lepas dari tanggung jawab. Kami tadi sudah ke rumah duka dan bertemu pihak keluarga sebagai rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi ini,” ungkap Chairul.

Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Yul ini, arena yang disiapkan untuk Kejurda in sudah sesuai dengan standar dan syarat yang harus dipenuhi. Sebelum pelaksanaan balapan, arena juga sudah melalui proses pemeriksaan oleh tim dari IMI Korwil Riau.

“Arena sudah sesuai dengan standar, kita ada dari provinsi yang datang langsung di lapangan untuk mengatur trek arena. Sangat sulit dibendung jika ada penonton yang menyusup masuk dari belakang. Dan khusus kepada penonton yang berada berdekatan dengan trek yang rawan seperti ditikungan sudah diperingatkan berkali-kali dan meminta bantuan pihak kepolisian agar turun tangan,” terangnya.

Apakah korban mempunyai tiket atau tidak, pihak penyelenggara akan mengabaikan hal itu. Pihaknya akan terus berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak keluarga. “Kami sekali lagi mengucapkan turut berbela sungkawa dan mohon maaf kepada keluarga korban. Kami tidak lepas tangan dan akan bertanggung jawab,” katanya lagi.(man)

Comments

News Feed