oleh

Tiga Tersangka Diamankan, Polda Sita Narkoba Belasan Miliar Rupiah

PEKANBARU (HR)- Kepolisian Daerah Riau mengamankan tiga pria yang diduga terlibat peredaran narkotika jaringan internasional. Dari tangan mereka, turut disita barang bukti narkotika berupa sabu-sabu ekstasi yang nilainya mencapai belasan miliar rupiah.

Demikian diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Resnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol Suhirman di hadapan sejumlah awak media pada konferensi pers yang digelar di halaman Kantor Direktorat Resnarkoba Polda Riau, Jalan Prambanan Pekanbaru, Selasa (16/7). Saat itu, turut dihadirkan ketiga tersangka tersebut.

Adapun 3 tersangka tersebut, masing-masing berinisial D, A, dan Bd. Ketiganya ditangkap di dua lokasi berbeda di Provinsi Riau, pada awal Juli 2019 kemarin. Dikatakan Suhirman, aksi para pelaku tersebut dengan memanfaatkan jalur pantai timur Provinsi Riau, tepatnya Pulau Bengkalis. Jalur ini diduga sebagai pintu masuk penyelundupan barang haram tersebut. “Pantai timur jalur sutera masuknya narkoba ke Indonesia melalui Provinsi Riau. Lalu diedarkan keluar Riau,” ujar Kombes Pol Suhirman didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

Dijelaskannya, pengungkapan itu merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat. Dalam informasi tersebut dinyatakan akan ada masuknya narkotika ke Bumi Lancang Kuning.

Dari penyelidikan yang dilakukan selama satu bulan itu, diketahui jika barang haram itu akan masuk pada 3 Juli 2019 lalu. Setelah dilakukan pengintaian, ternyata informasi itu benar. Hasilnya, dua tersangka berhasil dibekuk di sekitar pelabuhan RoRo Sungai Pakning dan Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Kedua pemuda itu masing-masing berinisial D dan A. Dari tangan mereka disita 10 kilogram sabu-sabu dan 15.500 butir pil ekstasi. “Dari penangkapan pertama sengaja kita tidak mempublikasikan kepada media, karena masih harus melakukan pengembangan,” sebut Kombes Pol Suhirman.

Tidak puas sampai di situ, polisi kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, kembali berhasil dibekuk seorang tersangka lainnya di wilayah Kota Pekanbaru berinisial Bd. Dari tangan remaja berusia 19 tahun itu, polisi menyita 500 butir pil ekstasi. Berbeda dari dua rekannya, Bd memiliki peran yang lebih berat. “Dia (Bd,red) ini yang membawa narkoba dari Riau ke Sumatera Selatan,” lanjut dia.

Lebih lanjut dijelaskannya, ketiga tersangka merupakan jaringan yang sama dan memiliki peran berbeda. D, kata dia, merupakan tersangka utama yang bertindak sebagai pengendali jaringan tersebut. Sementara A dan Bd merupakan kaki tangan tersangka yang bertindak sebagai penyimpan dan kurir. “Tujuan akhir jaringan ini adalah mengirimkan narkoba ke wilayah Palembang, Sumatera Selatan,” sebutnya.

“Sementara Riau hanya sebagai pintu perlintasan,” sambung Kombes Pol Suhirman.

Lebih jauh dikatakannya, tersangka D mengaku telah empat kali meloloskan pengiriman sabu-sabu. Setiap kali lolos, dia mendapat bayaran sebesar Rp20 juta dari bandar yang mengendalikan peredaran narkoba itu. Terkait hal itu, Suhirman menegaskan pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut termasuk mengungkap bandar besar sindikat tersebut.
“Kita sudah kantongi identitasnya,” tandas Kombes Suhirman.

Saat ini, ketiga tersangka dan barang bukti narkoba telah diamankan di Kantor Dit Resnarkoba Polda Riau guna pengusutan dan pengembangan lebih lanjut. “Ketiga tersangka dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” pungkas dia.(dod/mal)

Comments

News Feed