oleh

Tim Pansel BRK Tidak Berlatar Perbankan Syariah, Bisakah.?

 

Tidak lama lagi, sejumlah posisi penting di Bank Riau Kepri akan terisi, di antaranya untuk posisi Direktur Utama (Dirut) Komisaris Utama (Komut). Untuk posisi dirut ditinggalkan Irvandi Gustari, dan posisi komut ditinggalkan Raja Mambang Mit usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada 23 April 2019 lalu.

Untuk menyeleksi siapa pelamar dan calon yang tepat mengisi posisi-posisi tersebut, maka dibentuklah tim Panitia Seleksi (Pansel).

Ada 5 orang tim pansel berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor : 855/VII/2019, tentang Pembentukkan Panitia Seleksi Calon Komisaris Utama dan Direktur Utama BRK. SK tersebut ditanda tangani pada 1 Juli 2019 yang lalu.

Anggota tim pansel itu memiliki nama besar, dan kapasitasnya tidak diragukan lagi. Mereka berasal berbagai kalangan, baik profesional maupun akademisi.

Adapun anggota tim pansel itu adalah Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie mewakili pemegang saham, dan Yuharman dari Remunerasi dan Nominasi mewakili internal BRK. Lalu, mewakili Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ditunjuklah Bambang Ardianto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Sri Indarti, serta Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (UIR) Zulkifli Rusby.

Dari nama-nama tersebut di atas, sama sekali tidak ada yang berlatar belakang kecakapan serta keahlian di perbankan syariah. Tentu saja ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi publik mengingat saat ini status BRK telah dikonversi menjadi perbankan syariah.

Seharusnya, keinginan Gubernur Riau yang ingin menjadikan BRK menjadi bank syariah harus dibarengi dengan persiapan sumber daya manusia yang andal di bidang perbankan syariah. Namun keraguan tersebut dijawab oleh Ketua Tim Pansel, Ahmad Syah Harrofie.

“Soal syariah tidak syariah, kan nanti ada lembaga pendamping yang merupakan pakar-pakar syariah. Jadi nanti kita (tim pansel, red) didampingi mereka,” ujar Ahmad Syah Harrofie belum lama ini.

Senada hal itu, menurut Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, menilai tim pansel yang sudah dibentuk telah paham soal perbankan syariah. Apalagi nanti mereka akan didampingi konsultan yang ahli syariah.

“Saya kira tim pansel yang sudah dibentuk paham soal syariah, tak mungkin mereka tak paham,” kata Wagub dalam suatu kesempatan.

Sebagai anggota masyarakat, tentunya kita berharap pejabat di BRK yang terpilih nantinya, jauh dari berbagai kepentingan. Mereka dipilih bukan atas dasar balas budi dalam politik, ataupun karena faktor kedekatan dengan penguasa.

Semoga Dirut dan Komut yang terpilih melalui tahapan seleksi yang transparan, yang dilakukan tim pansel.

Mereka mampu membawa bank milik dua provinsi, Riau dan Kepulauan Riau itu, berjaya, dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat dengan menghasilkan deviden yang cukup besar. Sehingga ke depannya, tidak lagi menyusu kepada APBD untuk penyertaan modalnya.***

Comments

News Feed