oleh

Bupati dan Sekda Rohul tak dapat Ikan

RAMBAH SAMO (HR)-Bupati Rokan Hulu Sukiman dan Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Abdul Haris ikut panen ikan di Lubuk Larangan Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo, Kamis pagi (18/7). Panen ikan di Lubuk Larangan berlokasi di Dusun III Sungai Salak Hulu Desa Sei Salak, turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Rokan Hulu Hj Peni Herawati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Rokan Hulu Hj Netti Herawati, perwakilan Kejari Rokan Hulu dan PN Pasirpangaraian.

Pada panen ikan di Lubuk Larangan Sungai Salak yang ditandai pemukulan gong, Bupati dan Sekdakab Rokan Hulu ikut mancing bersama masyarakat, namun tidak mendapatkan ikan satu pun.

Panitia mengatakan masyarakat yang ikut mancing ikan di Lubuk Larangan Sungai Salak harus mendaftar dahulu, dan membayar biaya Rp100 ribu.

Di sela acaranya, Bupati Rokan Hulu Sukiman mengaku, dirinya dan Sekda hampir mendapatkan ikan, namun ikan yang kena pancing tersebut lepas lagi di Lubuk Larangan Sungai Salak.

“Kita salut dengan kekompakan dan kebersamaan pemerintah desa dan masyarakat, sehingga ikan yang dipanen sangat memuaskan,” kata Bupati Rokan Hulu Sukiman, Kamis.

Bupati Sukiman meminta Kades lain mencontoh yang dilakukan Desa Sei Salak, dengan mengembangkan sektor perikanan. Dengan banyaknya ikan dihasilkan, tentu Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Rokan Hulu semakin pintar dan cerdas, karena banyak makan ikan.

“Ikan juga tidak mengandung lemak, namun tinggi protein dan gizi, sehingga baik bila dikonsumsi sebanyak-banyaknya. Selain itu, dengan mengembangkan ternak ikan, maka bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan,” saran Bupati Sukiman.

Sementara, Kepala Desa Sungai Salak Hariyanto, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati, terutama Pemkab Rokan Hulu. Sehingga, hasil panen ikan di lubuk larangan memuaskan.

“Ini panen perdana. Sebelummya kita tebar sekitar 8.000 ekor benih ikan emas dan nila, dengan dana swadaya. Komitmen bersama masyarakat akhirnya menghasilkan panen ikan yang memuaskan,” jelas Hariyanto.

Kades Sungai Salak menambahkan Lubuk Larangan akan diperluas, mulai 5 kilometer (km) menjadi 15 km. Diakuinya, benih ikan yang rencananya sekira 50 ribu ekor akan dibantu Pemkab, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Rokan Hulu.

“Sudah ada stok 20 ribu ekor. Nantinya setelah panen selama tiga hari akan ditabur kembali benih ikan di Sungai Salak. Ke depannya kita akan berkoordinasi dengan Kabag Hukum, terkait membuat peraturan tentang Lubuk Larangan ini,” ujarnya.

Selain itu, Kades Sungai Salak Hariyanto menambahkan, untuk bisa ikut panen ikan di Lubuk Larangan, masyarakat membayar Rp100 ribu. Masyarakat hanya dibolehkan memancing dari pagi sampai sore selama dua hari, dilanjutkan sore sampai malam Hari.

Untuk hari pertama dan kedua, masyarakat hanya dibolehkan memancing. Sedangkan hari ketiga, masyarakat menangkap ikan dan masuk ke Sungai Larangan menggunakan peralatan ramah lingkungan.

Para pemancing yang ikut panen ikan banyak yang mendapatkan ikan. Bahkan ada masyarakat mendapatkan ikan besar dengan berat sekira 1,5 kg sampai 5 kg.

Setelah mancing, Bupati bersama Sekda dan rombongan ikut makan ikan bakar bersama masyarakat dekat Lubuk Larangan. Pada kegiatan ini juga tampak sejumlah kepala dinas dan kepala badan, Camat Rambah Samo Adi Irawan, kades se-Rambah Samo, dan masyarakat Desa Sungai Salak.(adv)

Comments

News Feed