oleh

KPU Didesak Diskualifikasi NJ, Terduga Penyuap Ketua KPPS pada Pemilu 2019

PEKANBARU (HR)-Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) kembali mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Jumat (19/7). Mereka berunjukrasa, menuntut agar calon legislatif (caleg) terpilih berinisial NJ didiskualifikasi karena telah melakukan pelanggaran pemilu.

Mereka menduga NJ yang merupakan caleg terpilih untuk DPRD Provinsi Riau telah melakukan penyuapan terhadap Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, berinisial IR.

Selain itu, mereka juga meminta KPU untuk segera memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Jangan ada lagi kongkalikong antara oknum yang terduga (NJ,red) dengan pihak terkait. Karena KPU sudah membuktikan adanya pelanggaran Kode etik,” kata Muttaqin Nasir selaku Koordinator Umum.

Terkait tuntutan tersebut, Ketua KPU Kota Pekanbaru Anton Mercyanto mengatakan, tuntutan untuk mendiskualifikasi NJ itu tidak tepat. Sebab, hal tersebut merupakan dugaan pidana murni, dan bukan ranahnya penanganan KPU.

“Sebenarnya itu tidak tepat menuntut KPU. Itu kan dugaan pidana murni, penanganannya ada pada pihak kepolisian,” jawab Anton menanggapi.

Anton juga mengakui kasus dugaan gratifikasi tersebut tengah dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian setempat. Saat ini, KPU masih menunggu hasil dari penanganan perkara tersebut.

“Kalau itu terbukti, barulah KPU memberikan tindakannya. Kan sekarang masih dalam tahap penyelidikan. Kita tunggu saja hasil putusannya,” jelas pria asal Kuantan Singingi (Kuansing) itu.

Lebih lanjut dikatakannya, jika ancaman hukumannya di atas 5 tahun, maka KPU dapat mendiskualifikasinya. “Seandainya ancamannya kurang dari 5 tahun, maka saudara NJ masih memenuhi syarat sebagai caleg terpilih,” pungkas Anton Mercyanto.(mal/dod)

Comments

News Feed