oleh

Rita, Seorang Gadis Lumpuh Di Tengah Kota Siak Hanya Dirawat di Kamar Reyot

SIAK (HR)-Lebih kurang 500 meter menuju belakang dari Istana Siak Sri Indrapura, ada jalan besar dan masuk dalam salah satu jalan utama Kota Siak. Disalah satu satu sudut jalan yang mengambil nama salah satu pahlawan nasional asal Riau ini, ada sebuah rumah yang dihuni oleh seorang Ibu dan seorang anak.

Rita (30), tidak seperti biasa wanita dewasa seumurannya yang tentunya sudah mendapatkan pendidikan yang layak, sudah berumah tangga dan bahkan mungkin sudah menimang anak sebagai buah hati.

Namun berbeda dengan Rita, yang hidup dengan kelumpuhannya sejak enam tahun yang lalu.

Badannya hanya tinggal kulit pembalut tulang dengan banyak bekas luka di tubuhnya. Keterbatasan biaya dari keluarga membuat dirinya harus mendapatkan perawatan seadanya disebuah rumah bak gubuk reyot yang berdindingkan papan yang sudah lapuk dan alas tidurnya pun seadanya.

Ibunya, Tengku Khairani hanya bisa pasarah dengan keadaan putri semata wayangya tersebut. Upah yang didapat dari pekerjaan sebagai Cleaning Servise (office Girl) di gedung para pejabat mulia, DPRD Kabupaten Siak, tentunya hanya bisa untuk sebagai biaya makannya sehari hari, itupun terkadang kurang.

Hal itu dijalani warga Jalan Sultan Syarif Hasyim RT 012, Rw 004, kelurahan Kampung dalam, Kecamatan Siak. Kabupaten Siak, Provinsi Riau selama bertahun-tahun dan tak tahu harus mengadukan nasibnya itu kemana.

Selama bertahun-tahun, Rita terpaksa dirawat di kamar berukuran 2×3 meter, Rita menderita kelumpuhan sejak 6 tahun lalu, kasur bekas dan bantal yang sudah lusuh, tempat Rita untuk berbaring, tampak tangan rita sebelah kiri tidak bisa sama sekali digerakkan.

Sedih memang ketika tahu siapa mereka sebenarnya. Nama Tengku yang melekat pada keluargga ini ternyata bukan jaminan seperti yang dibayangkan setiap mereka yang keturunan kerajaan Siak. Nama ini selalu dikaitkan dengan dara biru dan keturunan kerajaan. Namun yang dialami Rita dan ibunya, tidaklah seindah yang selalu dibayangkan oleh mereka.

Rita yang ditinggal mati oleh ayahnya sejak kecil ini terkadang harus ditinggal pergi oleh sang ibu yang mencari nafkah sebagai Cleaning Servis di kantor DPRD Siak.

Bahkan untuk mandi dan makan, Rita hanya bisa mengadnalkan pertolngan dari abang sepupu dari Ibu nya, Tengku Naim. Wanita yang biasa disapa Cik Nong inilah yang terus membantunya disaat Rita menanti kepulangan ibunya selesai dari mencari nafkah.

Wanita ini tidak pernah mengenyam pendidikan dikarenakan sekolah berkebutuhan khusus membutuhkan biaya besar, sementara orang tuanya dari keluarga miskin.

Meskipun tinggal di sekitar lligkungan Istana kebanggan dan juga tidak jauh dri kediaman Bupati Siak dan ketua DPRD Siak, namun menurut ibunya yang biasa disapa Buk Aro, mereka tidak pernah mengenyam bantuan pemerintah, apakah dalam bidang kesehatan ataupun untuk mencicipi program rumah layak huni yang selama ini digadang gadangkan pemerintah.

“Kami tidak pernah didata oleh pemerintah untuk mendapatkan bantuan apapun. Ungkapnya kepada Haluan Riau, Minggu (21/7/2019) ditemui di rumahnya.

Tetes air mata akan bercucuran jika melihat kehidupan mereka yang penuh lara tersebut, sampai- sampai pempers pun sudah terbeli untuk dipakai oleh Rita yang memang sudah seperti anak bayi harus menggunakannya. Kini, ibu dan anak ini hanya bisa berharap bantuan pihak pemerintah dan dermawan.(fen)

Comments

News Feed