oleh

Kejati juga Usut BRI dan BJB

PEKANBARU (HR)- Kejaksaan Tinggi Riau tidak hanya mengusut dugaan penyimpangan di tubuh Bank Riau Kepri, namun juga di dua bank milik pemerintah lainnya. Dua bank tersebut adalah Bank Jabar Banten dan Bank Rakyat Indonesia.

Pengusutan perkara itu diketahui telah masuk ke dalam tahap penyelidikan. Untuk Bank Jabar Banten (BJB), pengusutan dilakukan terhadap cabang Pekanbaru. Sementara untuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dilakukan terhadap cabang Ujung Batu.

“Sedang penyelidikan. (Untuk) BRI, mereka sendiri yang melaporkan ke kita (Kejati),” ujar Kepala Kejati (Kajati) Riau, Uung Abdul Syakur, kepada Haluan Riau, Senin (22/7).

Dalam laporan tersebut dinyatakan adanya dugaan penyimpangan oleh oknum bank tersebut terkait pencairan kredit sebesar Rp7 miliar lebih tahun 2017-2018 lalu. Belakangan kredit tersebut dinyatakan macet. “Jadi dugaan kredit fiktif ini melibatkan pihak internal. Ini yang sedang didalami oleh tim Pidsus (Pidana Khusus Kejati Riau,red),” sebut Kajati.

Sementara untuk BJB Cabang Pekanbaru, pengusutan dilakukan terhadap dugaan pembobolan rekening nasabah. Dari informasi yang dihimpun, pembobolan itu dilakukan oknum pegawai di sana terhadap rekening sebesar Rp20 miliar. Aksi tersebut terjadi dalam rentang waktu 2014-2018.

Pengusutan itu menambah daftar dugaan penyimpangan yang terjadi di bank milik pemerintah Jabar dan Banten itu. Sebelum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru juga mengusut dugaan penyimpangan di BJB Pekanbaru. Tapi terkait dugaan pengalihan agunan kredit.

Sementara untuk BRK, pengusutan dilakukan terhadap BRK Cabang Pembantu (Capem) Dalu-dalu. Terdapat 4 orang sebagai pesakitan, yaitu Ardinol Amir selaku mantan Kepala Cabang (Kacab), dan tiga orang analis kredit, masing-masing Zul Yusri, Syafrizal dan Heri Aulia Mudtaqien. Keempatnya saat ini tengah menjalani proses persidangan.

Perkara tersebut juga berupa dugaan kredit macet yang terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Akibatnya, terdapat kerugian negara mencapai Rp32 miliar lebih. Tak hanya itu, di BRK Cabang Pangkalan Kerinci juga diduga terjadi penyimpangan. Yaitu pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara di tahun 2017 sebesar Rp1,2 miliar. Kredit tersebut juga mengalami kemacetan.”Jadi semuanya ada 3 bank yang sedang kita tangani,” pungkas Kajati Riau Uung Abdul Syakur.(dod)

Comments

News Feed