oleh

Menkes: 9 Calon Haji Indonesia Meninggal

SLEMAN (HR)- Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek menuturkan ada sembilan jamaah calon haji asal Indonesia yang meninggal di Arab Saudi. Enam orang diantaranya meninggal di pesawat dan tiga lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

“Sampai sekarang laporan dari tim kami (jemaah haji asal Indonesia) yang meninggal itu sembilan, tiga di kapal terbang, enam di rumah sakit Arab, Saudi Arabia,” jelasnya di sela kunjungan kerja di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Senin (22/7).

Meski ada yang meninggal, kata Nila, secara umum kondisi calon haji asal Indonesia di Arab Saudi cukup bagus. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan pelayanan ke jemaah calon haji tanah air. “Juga mengkoordinasikannya baik dengan Kementerian Agama, Kesehatan, juga dengan (Kementerian) Kumham untuk tidak lagi antre. Jadi bisa langsung, imigrasinya diperpendek,” ungkapnya.

“Kemudian di sana kami sebagai kesehatan punya tim promotif, preventif, mengingatkan. Seperti tadi (saat di RSUP dr Sardjito) mengingatkan ‘sudah minum obat,Mbah’. Kan si mbah lupa-lupa, itu yang kita ingatin terus,” lanjutnya.

Kementerian Kesehatan, lanjut Nila, juga menerjunkan tim gerak cepat untuk membantu jemaah calon haji asal Indonesia yang kesulitan di Arab Saudi. “Begitu kita lihat orang Indonesia kok linglung, kok jalan sendiri, tim gerak cepat membantu,” sebutnya. Tugas tim gerak cepat, kata Nila, hanyalah memberikan pertolongan pertama. Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, maka jamaah tersebut akan dirujuk ke RS di sana. “Begitu tidak bisa (ditangani) harus kirim ke rumah sakit Arab, Saudi Arabia,” tutupnya.

Sementara itu, perbedaan cuaca di Indonesia dengan Tanah Suci membuat calon haji harus beradaptasi. Selain itu, suhu udara yang terbilang lebih panas akhirnya berdampak pada telapak kaki jemaah Indonesia banyak yang melepuh setelah berjalan tanpa alas kaki di Masjidil Haram. Hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi ibadah mereka selanjutnya.

Dalam laman resmi BMKG, disebutkan suhu di Makkah mencapai 44 derajat Celsius. Kepala Seksi Kesehatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah, Dr Muhammad Imran di Kota Makkah mengatakan banyak kasus telapak kaki jamaah Indonesia melepuh akibat memaksakan berjalan tanpa alas kaki di kawasan Masjidil Haram. “Ketika sandalnya hilang, jamaah bilang seperti ini kalau di Indonesia sudah biasa jalan tidak pakai sandal saat ke sawah dan tambak. Ternyata ketika itu dipaksakan, kaki mereka luka dan melepuh,” kata Imran, yang dikutip dari Antara.

Menurut Imran, hal tersebut karena kurangnya pemahaman dan informasi tentang lingkungan di Tanah Suci.”Artinya pemahaman dan informasi kepada kepada jemaah itu sangat penting, terutama bagi mereka yang belum pernah keluar daerah dan kini langsung ke negara yang suhunya cukup tinggi. Selain itu, banyak juga jemaah kita yang lupa di mana menaruh sandalnya,” katanya.(dtc/lp6)

Comments

News Feed