oleh

Gembong Narkoba Tewas, Perang Narkoba Ditingkatkan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menegaskan komitmennya dalam upaya pemberantasan narkoba. Sejumlah upaya dilakukan pihaknya untuk memutuskan rantai peredaran barang haram tersebut.

Salah satunya, dengan upaya penangkapan Satriandi yang diduga sebagai gembong narkoba lintas negara. Satriandi sendiri merupakan narapidana 12 tahun dalam kasus pembunuhan dengan senjata api. Dia juga terlibat kasus narkoba pada tahun 2014, dengan barang bukti 8.000 butir ekstasi.

Saat hendak ditangkap pria yang telah menyandang status buron sejak tahun 2017 lalu itu, harus meregang nyawa karena dihujam peluru dari petugas. Dia tewas setelah baku tembak dengan pihak kepolisian, Selasa (23/7) pagi.

Selain dia, seorang rekannya bernama Ahmad Royand juga mengalami hal yang sama. Sementara, Randi Novrianto berhasil ditangkap hidup-hidup.

Satriandi merupakan salah satu target operasi yang paling dicari pihak kepolisian sejak yang bersangkutan memilih kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada 2017 silam. Sejak saat itu, Polisi terus melakukan penyelidikan.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas mendapatkan informasi keberadaan pecatan anggota Polri yang pernah bertugas di Rokan Hilir (Rohil) itu. Dia diketahui telah berada di rumah keluarganya di Jalan Sepakat Perumahan Palma Residence Blok A Nomor 6, Jalan Sepakat, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, dalam 1 bulan terakhir.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian. Pada Selasa pagi, penggerebekan pun dilakukan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku atas nama Randi Novrianto.

Dari keterangan Randi diketahui keberadaan Satriandi dan Ahmad Royand di dalam rumah. Tak tanggung-tanggung, keduanya menguasai senjata api.

Saat hendak digerebek, dari dalam rumah mereka melepaskan tembakan ke arah petugas, sehingga mengenai satu orang anggota polisi. Pelaku kemudian melarikan diri kearah belakang rumah dan melompat pagar.

Saat itulah Polisi menghujani keduanya dengan rongrongan peluru. Keduanya pun tewas bersimbah darah. Sementara dari pihak kepolisian, Bripka Lius Mulyadin terluka akibat tembakan Satriandi.

Dari lokasi kejadian, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yaitu, dua pucuk senjata api laras panjang kaliber 5.56 lengkap dengan teropong bidik dan peredam, tiga pucuk senjata api genggam jenis pistol, tiga buah magazin, dan sebuah granat aktif.

Juga diamankan 668 butir peluru aktif mulai dari kaliber 8, kaliber 9, kaliber 32, kaliber 38, kaliber 5.56 dan bentuk bulat atau gotri.

Selain itu, kata dia, ada juga sepucuk Per Gun bentuk trisula, 1 unit radio Motorolla, 4 unit handphone, 6 buah KTP, 7 buah paspor, sebuah kamera digital, 31 buah buku tabungan.

Turut disita sebuah borgol, 2 buah alat hisap sabu (bong), 31 lembar uang pecahan Rp50 ribu, 16 buah ATM, 2 buah rompi pelindung, sarung pancing dan senjata, 2 buah kotak senjata, 3 buah tas sandang, dan 3 buah dompet.

Serta diamankan juga dua unit mobil masing-masing Toyota Innova warna hitam dan Honda Civic merah.

Melihat barang bukti yang diamankan tersebut, sepak terjang Satriandi tidak diragukan lagi dalam bisnis barang haram tersebut. Juga, mobilitasnya dalam mengedarkan narkoba juga tinggi hingga ke luar negeri.

Atas hal tersebut, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang lainnya. Karena menurut Polisi, tidak mungkin Satriandi ini mengedarkan narkoba secara perorangan, melainkan ada jaringan yang terorganisir.

Kapolda Polda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengibaratkan sepak terjang Satriandi, bak sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. “Nah sekarang dia jatuhnya hari ini,” imbuh Kapolda.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau kembali menegaskan komitmen pihaknya dalam pemberantasan narkoba. Salah satunya dengan pengungkapan kali ini.

“Bahwa kita betul-betul serius perang melawan narkoba di Riau. Kita tidak main-main. Lebih baik kita merusak yang bersangkutan (tersangka,red), dari pada mereka yang merusak generasi muda kita,” tegas Kapolda.

Comments

News Feed