oleh

JCH Bengkalis Laksanakan Dam

 

BENGKALIS (HR)- Jamaah Calon Haji Kabupaten Bengkalis melaksanakan Dam (denda) berupa penyembelihan domba, Kamis (25/7).

Penyembelihan hewan ini merupakan konsekwensi dari haji tamatuk, yakni melaksanakan umrah wajib sebelum hari puncak haji di Arafah. “Alhamdulilah pagi ini jamaah melaksanakan haji penyembelihan hewan ternak, berupa dam,” ungkap Ketua Kloter 10 Embarkasi Batam, Ibrahim.

Untuk menyaksikan prosesi penyembelihan hewan, JCH dibawa langsung ke Ankasiah km 14 Mekkah, Arab Saudi. Saat penyembelihan hewan, satu-persatu nama jamaah disebutkan. Setelah prosesi penyembelihan hewan, selanjutnya jamaah dibawa menziarahi tempat bersejarah, yakni Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah adalah sebuah buki tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah berpisah ratusan tahun, usai diturunkan ke bumi dari surga karena memakan buah terlarang, khuldi. Selama di Jabal Rahmah, jamaah tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan momen tersebut, alias berfoto diri.

Selain berziarahi Jabal Rahmah, jamaah juga diajak meninjau langsung Padang Arafah yang menjadi lokasi wukuf pada pelaksanaan puncak haji. Hal ini dilakukan, agar jamaah mengetahui dan mengenal langsung lokasi saat wukuf di Padang Arafah.

22.000 Jamaah Haji

Jumlah jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah terus berkurang. Hingga kemarin, Rabu 24 Juli 2019, jamaah yang telah didorong ke Kota Makkah mencapai 65.796 jamaah dari 160 kloter.
“Hari ini ada 19 kloter, sekitar 5.800 jamaah (yang akan didorong) ke Makkah. Sehingga sisa jamaah, masih ada 50 kloter dengan 22.000 jamaah,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, Kamis (25/7).
Dia menjelaskan, untuk pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah akan berakhir 28 Juli 2019. “Kita masih ada sisa waktu 3 hari ke depan,” ucapnya.
Jauhari menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pelayanan optimal, meski jamaah di Madinah sudah berkurang.
“Kita akan tetap memberikan layanan yang sifatnya bimbingan ibadah, akomodasi, konsumsi, terutama terkait layanan perlindungan jamaah,” tuturnya.
Walau jumlah jamaah Indonesia kian sedikit, kondisi Madinah cukup ramai. Pasanya, dia menjelaskan, masih banyak jamaah dari negara lain yang dikelola travel mulai masuk ke Kota Madinah.
Sementara itu, jumlah jamaah haji khusus yang tiba di Madinah telah mencapai 3.615 jamaah. Mereka beradal dari 54 perusahaan travel yang merupakan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).
Dia mengingatkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) berperan sebagai pengawas dalam penyelenggaraan haji khusus, bukan penyelenggara.
“Karena kita bukan penyelenggara sifatnya hanya pengawasan apakah standar pelayanan minimal telah diberikan kepada jamaah haji atau belum. Sejauh mana kesesuaian kontrak antara jamaah dan pihak penyelenggara dapat dilaksanakan. Dari tanggal 19 sampai 23 Juli tim telah memantau hotel, belum ada masalah yang signifikan,” katanya. (man, okz)

Comments

News Feed