oleh

Tinggal 19 Tahun di Kuansing, Zamri Akhirnya Dideportasi ke Malaysia

PEKANBARU (HR)-Zamri bin Yasaman harus dideportasi dari Indonesia. Warga negara Malaysia berusia 25 tahun ini dipulangkan ke negara asalnya karena visa kunjungannya di Indonesia telah lama habis.

“Yang bersangkutan (Zamri,red) datang ke Indonesia dengan visa kunjungan selama 60 hari pada 31 Agustus 2000. Ketika itu, dia masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Dumai,” ujar Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior M Sigalingging, Jumat (26/7).

Dikatakannya, saat datang ke Indonesia, Zamri baru berusia 6 tahun. Dia dibawa oleh kedua orang tuanya ke Indonesia yang ketika itu sudah berstatus Warga Negara Malaysia. Selama di Indonesia, dia tinggal bersama keluarganya di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

“Selama berada di Indonesia, dia tinggal dan dirawat oleh kakek dan neneknya di Kabupaten Kuansing,” lanjut Junior.

Dinilai melanggar Undang-undang Keimigrasian, Zamri pun diamankan pihak Imigrasi Klas I Pekanbaru. Setelah dilakukan pendataan dan pengambilan sidik jari, diputuskan Zamri harus dipulangkan ke Malaysia.

Terkait pemulangan Zamri, Rudenim Pekanbaru berkordinasi dengan pihak keluarganya dan perwakilan negara Malaysia. Segala biaya akomodasi yang timbul dari pendeportasian dibebankan pada pihak keluarga.

“Tiket kepulangan ditanggung oleh keluarga,” sebut dia.

Saat pendeportasian, Zamri dikawal oleh dua orang petugas dari Rudenim Pekanbaru. Deporti diberangkatkan dari Bandar Udara International Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pukul 16.15 WIB menggunakan pesawat udara Air Asia dengan kode penerbangan AK-429 menuju Kuala Lumpur International Airport.

“Pendeportasian dilaksanakan setelah dilakukan serah terima deporti kepada petugas di TPI Sultan Syarif Kasim II,” imbuh Junior.

Dengan dilaksanakan pendeportasian, maka jumlah Deteni di bawah pengawasan Rudenim Pekanbaru saat ini sebanyak 1.047 orang.

“Terdiri dari pengungsi yang difasilitasi IOM 1.001 orang, Final Rejected Person yang difasilitasi IOM 9 orang, Immigratoir 36 orang dan pengungsi mandiri 1 orang tidak difasilitasi IOM,” pungkas Junior M Sigalingging.(dod)

Comments

News Feed