oleh

Fee sekitar Rp4 Juta Perorang

 

PEKANBARU (HR)- Sebanyak 6 orang warga Aliantan, Kabupaten Rokan Hulu menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa (30/7). Mereka diklarifikasi dalam perkara dugaan kredit fiktif senilai Rp7,2 miliar di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ujung Batu, Rokan Hulu.

Nama mereka tercatat sebagai nasabah di bank tersebut pada tahun 2017-2018 bersama 12 orang lainnya. Masing-masing mereka disinyalir meminjam uang senilai Rp500 juta. Namun yang mereka terima tidak sebanyak itu, melainkan bervariasi sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta perorang. “Ada yang terima Rp3 juta, ada juga Rp4 juta. Kami semua ada 18 orang,” ujar seorang warga yang mengaku bernama Suhaili.

Saat itu Suhaili tengah duduk di kursi yang ada ruang tunggu bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau. Dia tidak sendirian, melainkan bersama 5 rekannya usai menjalani pemeriksaan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Dikatakannya, dalam pengajuan kredit saat itu, mereka didatangi oleh seseorang warga yang bernama Sudir. Lalu, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik mereka dipinjam sebagai syarat untuk pengajuan kredit.”Katanya (Sudir,red) untuk membuka veron (tempat penyimpanan sementara tandan buah) sawit,” lanjut pria yang berprofesi sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit di Aliantan.

Dia tidak mengetahui, apa yang menjadi agunan dalam pengajuan kredit tersebut. Selain itu, bagaimana pembayaran kredit itu juga tidak diketahuinya. Hingga akhirnya dia bersama rekan-rekannya menjalani pemeriksaan di kantor Korps Adhyaksa Riau Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru itu.

Saat diperiksa, dia mengaku tidak ada membawa dokumen. Hal yang sama juga terlihat dari lima orang warga tersebut. “Cuma bawa KTP aja (waktu menjalani pemeriksaan),” pungkas Suhaili.

Dari informasi yang dihimpun, kredit yang dicairkan mengalami macet. Belakangan, pihak bank diketahui sulit untuk eksekusi terhadap agunan, karena diduga fiktif. Pengusutan perkara itu dilakukan berdasarkan laporan manejemen BRI ke Kejati Riau beberapa waktu. Atas hal itu, Kejati Riau itu langsung menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid).

Selain 6 orang nasabah tersebut, proses klarifikasi juga telah dilakukan terhadap sejumlah pihak lainnya, baik dari pihak internal maupun eksternal. Seperti terlihat pada Rabu (24/7) kemarin. Tiga orang pegawai BRI Cabang Ujung Batu diklarifikasi Jaksa. Tiga orang itu diketahui bernama Danna, Hamdani dan Slamet Riyadi. Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, tidak menampik adanya proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang disebutkan di atas. Menurutnya, upaya ini dilakukan dalam rangka pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). “Ini sifatnya masih klarifikasi, bagian dari penyelidikan,” ujar Muspidauan saat dikonfirmasi terpisah.

Proses klarifikasi tersebut diyakini tidak akan terhenti sampai di sini. Penyelidik masih akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait dalam upaya mencari peristiwa pidana perkara tersebut. “Pihak-pihak yang diduga mengetahui perkara itu pasti akan dipanggil. Namun itu tergantung kebutuhan penyelidik,” imbuh dia.(dod)

Comments

News Feed