oleh

Dampak Karhutla, Dinkes Pelalawan Siapkan Posko Penangulangan ISPA

PANGKALAN KERINCI (HR)-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pelalawan mulai mempersiapkan posko untuk penanggulangan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Tidak hanya posko, obat-obatan serta tenaga medis dan juga masker telah mulai didistribusikan ke seluruh Puskesmas. Ini untuk mengantisipasi makin memburuknya kualitas udara,” ujar Plt Kepala Dinkes Pelalawan Asril, Kamis (1/7) malam.

Dikatakan Asril, pihaknya hingga saat ini masih terus mengamati setiap perkembangan dari dampak pencemaran udara akibat kabut asap yang mulai menebal. Dari laporan yang diterima dari seluruh Puskesmas, terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit ISPA yang berkunjung ke Puskesmas maupun RSUD Selasih.

“Hingga saat ini data penderita ISPA dari tanggal 16 Juli hingga 31 Juli telah mencapai angka 818 orang,” terangnya.

Masih kata dia, jika kabut asap mulai tidak aman dan tidak ditoleransi oleh kesehatan, maka masker akan mulai didistribusikan ke masyarakat.

“Kita akan prioritaskan kepada ibu hamil, anak balita dan anak sekolah juga lansia, karena efeknya akan lebih cepat mereka rasakan,” sebut dia.

“Sedangkan bagi masyarakat, kita fokus pada penyuluhan dengan memberi informasi agar mengurangi aktifitas di luar rumah serta banyak minum air putih,” jelasnya lagi.

Menurut Asril lagi, Dinkes akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral mengantisipasi penyakit akibat dampak kebakaran hutan dan lahan tersebut.

“Kita hanya fokus kepada daerah yang menjadi lokasi seringnya terjadi karhutla, seperti Bunut, Langgam dan Pangkalan Kuras juga Ukui,” kata Asril.

Dalam laporan yang diterima haluanriauco, Puskesmas yang paling banyak menerima pasien ISPA dalam kurun waktu setengah bulan ini adalah, Kecamatan Bunut yang mencapai angka146 penderita. Kemudian disusul Pangkalan Kerinci dengan 137 penderita. Sementara yang terkecil adalah Puskesmas Teluk Meranti dengan 12 pasien.(ton/dod)

Comments

News Feed