oleh

JCH Riau Gelar Doa Bersama

 

PEKANBARU (HR)- Kabut asap menyelimuti Provinsi Riau khususnya Pekanbaru sejak sepekan lalu. Kabut tersebut tak hanya mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga. Namun juga kekhawatiran terhadap Jamaah Calon Haji Riau yang tengah beribadah di tanah suci saat ini, karena jamaah haji akan mulai bergerak pulang ke tanah air lebih kurang dua pekan lagi.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Riau, Erizon Effendi yang juga turut sebagai salah seorang Jamaah Calon Haji (JCH) pada Kloter BTH 19 asal Kuansing, Senin (5/8) mengajak semua JCH Riau tak terkecuali petugas haji untuk mendo’akan Negeri Riau dihindari dari kabut asap. “Melalui himbauan Pemprov dan Kemenag Riau mari kita semua berdoa agar Allah menurunkan hujan untuk mematikan titik api yang sedang menyala dibeberapa titik di Provinsi Riau saat ini, sehingga dapat menghilangkan kabut asap,” harapnya.

Doa berjamaah tersebut dilakukan setelah shalat Ashar. “Untuk JCH Riau kloter 19 melakukan sholat dan do’a bersama di Mushola tempat kami menginap. Sementara JCH lain ada yang melakukannya di Haram ataupun di Mesjid terdekat dari tempat mereka menginap,” tandasnya.

Lempar Jumrah
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menerima surat dari Kementerian Haji Arab Saudi terkait dengan jadwal lempar jumrah untuk jamaah Indonesia. “Pada tanggal 10 Dzulhijah ketika jamaah sudah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan lewat tengah malam menuju Mina, pada saat itulah jamaah mulai akan melakukan lempar jumrah aqobah,” kata Kepala PPIH Daker Makkah Subhan Chalid, Minggu (4/8).

Berdasarkan surat dari Kementerian Haji Arab Saudi yang dikirimkan melalui muassasah tersebut berikut jadwal larangan lempar jumrah.

– 10 Dzulhijah larangan melempar jumrah mulai pukul 04.00 sampai dengan pukul 10.00 WAS.

– 11 Dzulhijah tidak ada waktu terlarang untuk lempar jumrah

– 12 Dzulhijah larangan melempar jumrah mulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 14.00 WAS.

– 13 Dzulhijah tidak ada waktu terlarang untuk lempar jumrah.

“Nah, pada tanggal 10 itu, pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa untuk jamaah Asia Tenggara termasuk Indonesia dilarang melaksanakan jumrah sampai dengan pukul 10 pagi. Dari jam 4 sampai jam 10 pagi,” jelas dia.

Kemudian dia melanjutkan, pada tanggal 11 Dzulhijah free atau bebas. “Jamaah dapat melempar jumrah jam berapapun dari dini hari tanggal 11 sampai dini hari tanggal 12, kapan saja bebas jamaah haji Indonesia dan Asia Tenggara bebas melempar jumrah,” beber dia.

Selanjutnya, 12 Dzulhijjah waktu terlarang melempar jumrah pada pukul 10.00 sampai dengan 14.00 WAS karena nafal awal. “Jamaah dari seluruh dunia berdesak-desakan mengejar afdholiahnya yang ba’da zawal, nah itu jam 10 sampai jam 2 untuk Asia Tenggara tidak diizinkan untuk melempar jumrah,” kata dia.

“Lalu kemudian tanggal 13 bebas dari pagi sampai dengan jamaah selesai melakukan nafar tsani,” jelas dia.(rri/okc)

Comments

News Feed