oleh

Petugas Haji Berebut Menyentuh Jenazah Mbah Moen

JAKARTA (HR)- Ketibaan jenazah KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah, Arab Saudi, Selasa, disambut haru oleh para petugas haji. Mereka pun berebut menyentuh jenazah ulama kharismatik tersebut.

“Berebut kami, ratusan petugas haji yang saat ini berada di Makkah untuk bisa menyentuh jenazah Beliau saat tiba di Daerah Kerja Mekkah,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PB FKAPHI) HM Affan Rangkuti di Makkah.

Affan mengaku, mengenal KH Maimoen saat menjadi petugas haji tahun 2013. Saat itu, Mbah Moen sedang menyampaikan tausiah dan membacakan doa pada malam ta’aruf di hadapan 800 lebih petugas haji Indonesia dalam pertemuan untuk mempersiapkan pelaksanaan ibadah di Arafah-Muzdalifah-Mina. “Saya mendengar suara Beliau yang begitu menggetarkan sanubari saya. Tersentak hati ini untuk mendengarkannya dengan khidmat, pria sepuh namun memiliki suara yang tegas, ber-tone namun lembut itu bernama KH Maimoen Zubair. Sejak saat itu, saya mengidolakan Beliau, bahwa inilah ulama yang bisa menggetarkan hati saya dengan doanya,” katanya.

Affan sebelumnya berharap Mbah Moen bisa kembali menyampaikan tausiah dan membacakan doa pada malam taaruf petugas haji tahun ini. Namun, ternyata Mbah Moen berpulang pada Selasa pagi. Affan berkesempatan menshalatkan dan berdoa untuknya.
“Namun ketika saya bertugas tahun ini, bukan doa Beliau yang saya dengar, namun doa untuk Beliaulah yang saya dengar dengan khidmat. Begitu mulianya ulama ini, Beliau wafat di bulan haji dan memang datang untuk menunaikan haji. Semoga Allah SWT menempatkan engkau kyai ditempat terbaik-Nya,” katanya.

KH Maimoen Zubair meninggal dunia di Rumah Sakit Al Noor, Mekkah, Selasa pagi. Sebelum dishalatkan di Masjidil Haram selepas Shalat Zuhur, jenazah Mbah Moen disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah. Jenazah ulama yang pernah tiga periode menjadi anggota MPR RI utusan daerah itu akan dimakamkan di permakaman Al Ma’la atau Al Mualla di Mekkah.

Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pun turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Mbah Moen. Menurutnya, Mbah Moen meninggal secara khusnul khotimah. Lukman pun meminta agar masyarakat dapat mengikhlaskan kepergian Mbah Moen.

Duka mendalam juga ditunjukkan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS) yang membacakan doa dalam pemakaman KH Maimoen Zubair di permakaman Ma’la di Kawasan Dahlatul Jin, Makkah, usai Shalat Zhuhur, Selasa (6/8). Saat itu ratusan orang hadir dalam pemakaman ulama karismatik Indonesia tersebut.

HRS melantunkan doa dalam bahasa Arab dan diaminkan oleh jamaah yang lain. Namun, usai membaca doa dan prosesi selesai, HRS langsung meninggalkan pemakaman dengan ditemani beberapa orang. Setelah itu, beberapa jamaah belum meninggalkan pemakaman. Mereka berganti-gantian membacakan doa di atas makam secara berjamaah. Tak lama, mereka yang berada di sekitar makam arah barat pemakaman duduk, karena ada imbauan agar mereka memberi kesempatan pada istri KH Maimoen Zubair untuk melihat pemakaman suaminya dari luar pagar.(rol)

Comments

News Feed