oleh

PT SRL Kerahkan Alat Berat dan Siagakan Tim Medis

TEMPULING (HR) – PT Sumatera Riang Lestari (PT SRL) Blok VI Estate Bayas, Kecamatan Kempas mengambil langkah serius dalam pengendalian dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan di sekitar wilayah konsesinya. Upaya pengendalian dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab perusahaan HTI ini dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya.

Di tengah ancaman bahaya Karlahut saat ini, PT SRL memberlakukan standar operasional prosedur (SOP) dan teknik penanganan kebakaran lahan dan hutan sesuai ketentuan dengan didukung sarana dan prasarana pemadaman yang canggih serta tenaga medis yang standby di lapangan.

Dalam upaya pemadaman yang diikuti oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Inhil Yusfik, Kapolsek Tempuling AKP Subagja SH, Danramil Tempuling, Kapten (Arh) Sugiyono, Sekcam Tempuling, Hendriyanto, Kades Teluk Kiambang, Sarbuni, Humas PT SRL, Abdul Hadi dan beberapa wartawan melihat langsung di lapangan, Senin (5/8) kemarin upaya tim pemadam kebakaran PT SRL sedang berjibaku memadamkan kebakaran lahan milik warga Parit 17 Desa Kerta Jaya yang berhampiran dengan konsesi milik perusahaan.

Di lapangan tampak peralatan pemadaman lengkap dengan didukung tiga unit mesin pompa Mark 3 yang daya semburannya sanggup menjangkau sampai jarak 1,8 kilometer, 2 unit pompa jinjing (Mini Strike), juga dikerahkan beberapa unit alat berat untuk membuat sekat bakar sehingga kebakaran lahan dapat dilokalisir sehingga tidak merambat ke areal lainnya.

“Kami sangat support upaya pengendalian dan pencegahan kebakaran lahan, kami sudah melakukan upaya pencegahan sejak dini sehingga tim langsung bergerak ke lokasi ketika terdeteksi terjadi kebakaran lahan,” ungkap Yunan Helmi, Koordinator Pemadam Kebakaran PT SRL.

Tim ini, telah memetakan titik rawan kebakaran yang berhampiran sekira 5 kilometer dari konsesi perusahaan dan dilakukan pemantauan Peta rawan kebakaran yamg berhampiran 5 km dari konsesi dan dilakukan pemantauan Fire Danger Rating (FDR) yakni indeks untuk menentukan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Nyawa dan kesehatan tim Damkar yang bekerja di lapangan, bahkan sampai dinihari menjadi atensi serius perusahaan, maka di lapangan juga selalu berjaga beberapa tenaga kesehatan yang dipimpin seorang dokter dari salah satu rumah sakit terkenal di Kota Pekanbaru. Tim medis ini selalu memeriksa kesehatan personil yang bekerja di lapangan, dengan didukung peralatan medis lengkap, termasuk tabung oksigen.

“Dalam upaya deteksi dini kebakaran lahan, kami juga melakukan patroli harian, terutama di titik rawan kebakaran. Pemantauan dilakukan juga pada dua menara api, CCTV dan drone,” katanya. Ditambahkan, PT SRL memiliki 10 posko siaga didukung 4 unit pompa induk di titik rawan kebakaran dengan diperkuat tim inti sebanyak 45 personil yang telah menjalani pelatihan di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Upaya lain perusahaan ini dalam pencegahan kebakaran lahan yakni dengan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan membentuk Desa Bebas Api dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa sekitar perusahaan.

Pihak perusahaan juga aktif menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah di sekitar perusahaan tentang bahaya Karlahut, diharapkan anak-anak ini dapat menyampaikan kepada orang tuanya bahwa membuka lahan dengan membakar tidak dibolehkan.
“Kami juga memberikan reward kepada desa yang bebas dari kebakaran lahan berupa dana pembangunan infrasttuktur sebesar Rp 100 juta,” imbuhnya.

Kepala Badan Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Yusfik menilai PT SRL sudah maksimal dalam melakukan upaya pengendalian dan pencegahan Karlahut. Mereka sangat terbantu oleh tim Damkar perusahaan.
“Kami melihat kesiapan perusahaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan sudah sangat maksimal. Bahkan, didukung peralatan lengkap dan canggih dan personil yang terlatih dan sudah pengalaman dalam melakukan pemadaman,” sebutnya.

Kapolsek Tempuling, AKP Subagja SH menegaskan sampai saat ini timnya masih melakukan penyelidikan di lapangan, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kebakaran ini diduga dapat disebabkan oleh para pencari burung dan ikan yang membuang puntung rokok sembarangan di titik yang rawan kebakaran.(rtc/nie)

Comments

News Feed