oleh

Moeldoko: Ini Bukan Negara Ijtima

JAKARTA (HR)-Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menanggapi salah satu usulan Ijitma Ulama IV tentang NKRI bersyariah. Menurut Moeldoko, Indonesia bukanlah negara Islam sehingga ideologi yang diterapkan tetap Pancasila.

Hasil Ijtima Ulama IV melahirkan empat poin pertimbangan dan delapan poin rekomendasi. Satu di antaranya, berisi ajakan kepada umat Islam untuk sama-sama mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Terkait usulan dari Ijtima Ulama IV tersebut, Moeldoko menegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara bagi hanya segelintir orang, bukan hanya negara mereka. Ia menyampaikan Indonesia sudah memiliki aturan dan hukum.

“Saya sudah mengatakan, negara ini bukan negara ijtima, gitu lho. Aturannya sudah jelas, negara ini adalah negara hukum. Ada konstitusi, UUD 45, ada UU, ada Perpres, ya sudah ikuti, apalagi,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat.

Mengenai usulan mengubah NKRI bersyariah, Moeldoko meminta masyrakat melawan apapun yang bertentangan dengan ideologi Pancasila yang sudah ditetapkan sebagai ideologi bangsa.

“Negara kita ini kan bukan negara Islam. Negara kita ini negara sudah jelas ideologinya, ideologi lain gak bisa dikembangkan di sini. Sepanjang itu berlawanan dengan ideologi Pancasila, ya, harus dilawan, gitu aja,” tutur Moeldoko.

Sebelumnya, Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak mengatakan bahwa Ijtima Ulama IV menilai Pemilu 2019 adalah pesta demokrasi yang dipenuhi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pembacaan rekomendasi tersebut dilakukan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8).(idn/eka)

Comments

News Feed