oleh

Penuh Haru, Pria Kurir Narkoba Akhirnya Nikahi Sang Kekasih di Polres Kampar

BANGKINANG (HR)-Seorang pria yang sempat viral karena harus mengubur pesta pernikahan impiannya bersama pujaan hati, meski undangan sudah tersebar disebabkan persoalan hukum akhirnya bisa berbahagia.

Walaupun tak semeriah pesta pernikahan, namun Guntur (22) yang terjerat kasus narkoba itu akhirnya bisa mempersunting pujaan hatinya, Monica dalam acara yang khidmat dan penuh haru yang digelar di Masjid Al Ikhlas di samping Mapolres Kampar, Kamis (8/8).

Dengan memakai peci hitam, baju batik warna biru navy dan celana hitam, Guntur terlihat diapit personel Polres Kampar memasuki Masjid Al Ikhlas untuk mempersunting kekasih hatinya.

Setibanya di halaman masjid, tamatan SMK itu disambut keluargan dan kerabat.

Setelah mengambil wudhu, Guntur langsung memasuki masjid, dan disambut calon istrinya, Monica yang juga memakai baju dengan baju warna krem dipadupadankan dengan rok batik yang sewarna dengan baju Guntur.

Tangis haru tumpah begitu Guntur sukses membacakan lafaz ijab kabul di depan penghulu yang juga Kepala KUA Kecamatan Perhentian Raja, Mahyudi.

Usai prosesi ijab kabul dan pembacaan sighat taklik, Guntur menyerahkan mas kawin kepada istrinya berupa seperangkat alat salat. Acara juga dilanjutkan potong kue dan bersalam salam dengan keluarga kedua mempelai.

Kasat Narkoba Polres Kampar Iptu Asdisyah Mursid yang juga menjadi saksi dalam pernikahan tersebut mengungkapkan, pelaksanaan pernikahan tahanan Polres Kampar itu berdasarkan permohonan pihak keluarga kedua mempelai.

“Berdasarkan permohonan keluarga kedua mempelai Pak Kapolres dan dengan penuh pertimbangan dan sisi kemanusiaan akhirnya kita memfasilitasi pernikahan ini,” ungkap Asdisyah.

Kasat juga menjelaskan, sedianya kedua mempelai melangsungkan acara pernikahan pada 15 Agustus mendatang berdasarkan undangan pernikahan yang sudah disebar keduanya. Namun sayang pesta itu urung terlaksana karena calon mempelai pria keburu ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Ia juga menyebut Guntur dijerat dengan Pasal 112 Jo 114 Nomor 35 tahun 1999 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Sebelumnya, Guntur bersama 4 orang lainnya dihadirkan oleh Polres Ķampar dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti 4,587 kilogram sabu dan 929 butir pil ekstasi yang dipimpin langsung Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, Jumat (26/7) lalu.(ari/mri)

Comments

News Feed