oleh

Dihukum Bebas Mengajar 1 Tahun di Unilak, Dian Amalia Ancam Tempuh Upaya Hukum

PEKANBARU (HR)-Dian Amalia ST MT dijatuhi hukuman dibebastugaskan sebagai Dosen di Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning (Unilak). Terkait hal itu, dosen senior itu bakal melakukan perlawanan dengan menempuh upaya hukum.

“Saya sudah tunjuk pengacara untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” ujar Dian Amalia, Jumat (9/8).

Dian dijatuhi hukuman berdasarkan vonis yang dikeluarkan Badan Hukum dan Etik (BHE) Unilak. Menurut dia, hukuman itu tidak mendasar, karena dia merasa tidak pernah melakukan kesalahan secara akademik, serta tidak pernah melanggar kode etik universitas. Bahkan dia selalu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam amar putusan surat vonis yang dikeluarkan dan ditandatangani Rektor Unilak Dr Hj Hasnita SH MH, tertanggal 15 Juli 2019 kemarin, Dian dijatuhi hukuman tidak bisa mengajar (bebas tugas dari aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi) sebagai dosen selama dua semester (1 tahun), serta ditugaskan di bagian lain, yakni di Rektorat Unilak (nonjob) di bawah pembinaan Wakil Rektor I.

“Demi Allah, saya tak bersalah. Ini penzaliman yang luar biasa. Ada pihak yang secara berjamaah ingin menjatuhkan karier saya,” sebut Dian yang mengaku telah mengabdi di Unilak sejak tahun 2001 lalu.

Sebelumnya diketahui, Dian diangkat sebagai dosen tetap di perguruan tinggi tersebut oleh Yayasan Raja Ali Haji. Dia sendiri merupakan Dosen Program Studi (Prodi) Arsitektur.

Selama menjadi dosen, Dian Amalia tunak mengabdi dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik, dengan menjunjung tinggi 7 nilai-nilai Unilak untuk mencapai visi misi Universitas 2030.

Namun belakangan, diduga karena adanya konflik interen, maka dikait-kaitkan dengan persoalan akademis, yang sebenarnya sengaja diciptakan oleh oknum di lingkungan kampus tersebut.

Tuduhan yang sengaja diskenariokan, mulai dari memecah belah dosen dan mahasiswa, tidak datang saat digelar rapat oleh pihak kampus, tidak bisa menyesuaikan diri dan sebagainya. Semuanya itu, menurutnya, merupakan fitnah yang luar biasa.

“Tuduhan ini tidak berdasar, sangat subjektif. Ini juga pernah saya klarifikasi dan minta dimediasi, baik ke Dekan Fakultas Teknik maupun ke Rektor,” kata dia.

“Tapi saya tak pernah diberi ruang untuk membela diri, dan tak ada solusi. Bahkan terakhir surat sanggahan yang saya layangkan ke pihak kampus, sama sekali tidak digubris,” sambungnya seraya mengharapkan agar sanksi tersebut dicabut.

Dikatakannya, hingga pekan pertama Agustus ini mediasi dan sanggahan itu tak dihiraukan.

Sementara itu, Rektor Unilak Dr Hj Hasnati SH MH mengaku, dirinya sudah mengetahui persoalannya. Bahkan sidang yang digelar BHE, juga sudah diketahui secara rinci.

“Yang pasti, tahapan sidang BHE sudah sesuai aturan Unilak. Mengenai sanksi yang diberikan kepada Dian Amalia, hanya berupa pembinaan. Gajinya se-sen pun tidak dipotong,” kata Hasnita saat dihubungi terpisah.

Meski begitu, Rektor berjanji akan memanggil BHE, langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Apakah akan menggelar konferensi pers, atau hal lainnya.

“Bu Dian juga sudah mempublis persoalan ini di media. Ini juga termasuk melanggar etika. Makanya kami pihak kampus menyayangkannya. Untuk ikhwal sidang Dian tidak pernah diundang, memang dalam aturan kampus kami, memang tidak perlu dihadirinya,” pungkas Rektor.(Dod)

Comments

News Feed