oleh

Pegawai Honor Perpustakaan Kerjasama Napi Selundupkan Sabu Lewat Bandara

PEKANBARU (HR)-Seorang pegawai honorer Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Pekanbaru terlibat peredaran narkoba lintas daerah. Kali ini, aksi yang kedua kali tidak mulus, sebab saat pengiriman, Pil Ekstasi terdeteksi mesin X-Ray Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Kabid BNNP Haldun menceritakan bahwa obat terlarang tersebut, dikemas rapi ke dalam kue Bika Ambon yang rencana akan dikirim ke luar daerah, Makassar.

“Awalnya kita mendapat laporan dari tim AVSEC Bandara, langsung kita turunkan tim I bidang pemberantasan untuk melakukan pengecekan”, terang Haldun saat ekspos pemusnahan barang bukti, Jum’at (9/8).

Narkotika jenis ekstasi seberat 350,94 gram dikirim melalui jasa Ekspedisi JNE pada tanggal 29 Juli 2019. “Setelah kami lakukan pengembangan, berdasarkan hasil rekaman CCTv kantor pusat ekspedisi itu terlihat seorang laki-laki berseragam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pekanbaru”, sambungnya

Lalu, setelah penyelidikan BNNP berhasil menangkap YFH di tempat kerja tanpa perlawanan. “Pada esok harinya, kami lakukan penangkapan, tersangka kita tangkap ditempat kerja Jalan Dr Soetomo”, jelasnya

YFH, jelas Haldun merupakan kaki tangan dari narapidana inisial WWN yang saat ini masih berstatus tahanan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. “Dia dihubungi oleh seorang napi, diarahkan mengambil barang di Jalan Garuda Sakti. Dia disuruh mengirim langsung ke Makassar “, kata Haldun

Saat penggeledahan dirumah tersangka YFH, Jalan Udang, Rumbai. Tim menemukan 2 butir ekstasi bentuk minion dan kepala kodok yang disimpan dalam kotak jam berwarna hitam.

“Saat ini, kita sedang lakukan penyelidikan lebih dalam lagi, mencari asal barang ini. Si WWN ini juga ikut menjadi tersangka lagi”, tegas Haldun

Atas perbuatannya, YFH dikenakan pasal 114 ayat (2) Undang-undang (UU) 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun, serta denda paling banyak 10 Miliyar.(mal)

Comments

News Feed