oleh

KPU Sebut Ada Konsekuensi Penarapan E-Rekap Pilkada

JAKARTA (HR)-Ketua Komisi Pilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, pihaknya membuka peluang menggunakan rekapitulasi suara elektronik atau e-rekap pada Pilkada 2020. Namun dia sadar, penggunaan e-rekap akan menimbulkan banyak konsekuensi.

“Pasti ini akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi baik anggaran, personel, karena kan personel harus dilatih untuk metode baru. Jadi bisa saja beberapa daerah mulai melakukan itu, beberapa lainnya menyusul berikutnya,” kata Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Meski begitu, Arief mengatakan akan ada waktu tersendiri untuk membahas soal usulan e-rekap tersebut. Di antaranya melalui pembahasan PKPU dengan DPR.

“Ya nanti akan kami bahas detail di PKPU berikutnya, karena hari ini kami hanya membahas PKPU tahapan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi II DPR Herman Khaeron mengatakan, sistem e-rekap bisa diaplikasikan pada Pilkada Serentak 2020 jika sarana dan prasarana sudah siap. Namun dia tidak ingin KPU memaksakannya.

“Jadi kalau belum mampu ya jangan, tapi kalau sarana sudah siap kemampuannya sudah siap dan siap untuk diaudit oleh siapapun secara terbuka dan kemudian hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, why not?” ujar Herman.

Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, perlu ada evaluasi dari penggunaan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) dalam Pemilu 2019 sebelum menggunakan e-rekap. Sehingga pelaksanaannya nanti bisa menjadi lebih baik.(lpc/eka)

Comments

News Feed