oleh

Delapan Tahun JPO di Soebrantas tak Bertangga

 

PEKANBARU (HR)- Pemandangan aneh terlihat di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdiri di Jalan HR.Soebrantas, tepatnya di depan Toko Global Bangunan. Meski sudah dibangun sejak tahun 2011 silam, fasilitas yang diperuntukkan bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya karena tak memiliki tangga.

Pantauan Haluan Riau di lokasi, JPO hanya dimanfaatkan sebagai tempat pemasangan reklame yang saat ini mengiklankan salahsatu universitas di Riau dengan ukuran yang sangat lebar. Ditambah dengan beberapa spanduk terpampang pada pagar JPO berwarna coklat yang sudah memudar.

Kepala Bidang Keselamatan Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Pekanbaru, Tengku Ardi Dwisasti membenarkan JPO tersebut memang tidak memiliki tangga. JPO juga sudah dibangun sejak tahun 2011, artinya sudah delapan tahun dengan kondisi demikian. Sehingga tak berfungsi sebagaimana layaknya JPO sebagai tempat pejalan kaki untuk menyeberang jalan.

“Memang tak ada tangganya itu, bagaimana mau berfungsi,” jelas Ardi, Senin (12/8).

Dulunya pengelola beralasan tidak mendapat izin dari pemilik ruko dekat JPO, sehingga proses pembangunan tangga tidak bisa dilakukan. Namun demikian, Ardi menegaskan, tidak bisa menerima begitu saja alasan yang disampaikan dengan tetap mengirimkan surat pemanggilan bahkan sudah untuk kedua kalinya kepada pengelola yakni CV Cahaya.

“Kita sudah kirim surat bahkan untuk kedua kalinya,” tegas Ardi.

Terkait JPO, sebelumnya Ardi menegaskan, jika sudah tiga kali mengirimkan surat kepada pengelola, dan masih tak direspon, Dishub akan mengambil tindakan merekomendasikan ke pihak Satpol PP Pekanbaru untuk membongkar JPO- JPO yang ada di Kota Pekanbaru.

“Sudah surat kedua, kalau sampai tiga kali tak respon juga, saya rekomendasikan ke Satpol PP untuk dibongkar saja,” tegas Ardi, beberapa waktu lalu.

Dalam surat yang sudah dilayangkan tersebut, pengelola diminta menyampaikan segera administrasi yang berhubungan dengan JPO. Bertujuan untuk pendataan pengelolan Jembatan Penyebrangan Orang di Pekanbaru.

Dokumen administasi JPO yang dimaksud terdiri dari, surat perjanjian kerjasama/ nota kesepahaman antara Pemko Pekanbaru dengan pihak yang membangun JPO. Kemudian, surat izin pelaksanaan pembangunan JPO, Izin Mendirikan Bangunan, surat permohonan pengelolaan JPO.

Pengelola juga diminta menyampaikan dokumen administrasi yakni surat perjanjian sewa-menyewa tanah dan bangunan JPO dengan Pemko Pekanbaru. Berikut seluruh surat yang berhubungan dengan kontrak pengelolaan JPO dan lain-lain.

Dari 11 JPO yang ada di Kota Pekanbaru, empat di antaranya sudah dihibahkan ke Pemko Pekanbaru, yakni JPO di Jalan Sudirman, dekat Ramayana, Awal Bros, dekat Sudirman Square dan di sekitar lokasi gelanggang remaja. Dari empat JPO tersebut baru satu yang sudah melakukan perjanjian sewa menyewa, tiga lagi sisanya masih proses.

“Surat yang kita layangkan itu untuk pengelola 7 JPO yang saat ini perjanjian kontraknya sudah habis. Makanya kita minta mereka menyampaikan dokumen administrasinya. Kalau sampai tiga kali surat kita beri tapi tak juga direspon, kami rekomendasikan agar dibongkar saja,” tegas Ardi mengulang.(her)

Comments

News Feed