oleh

Polisi di Riau Tangani 31 Perkara Karhutla, Satu Diantaranya Jerat Korporasi

PEKANBARU (HR)-Jumlah perkara dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus bertambah. Sepanjang tahun 2019 ini, tercatat 31 kasus yang ditangani pihak kepolisian, 1 di antaranya adalah pihak korporasi yaitu, PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS).

“Penegakan hukum karhutla di Polda Riau dan jajaran berjumlah 31 kasus (30 perorangan dan 1 korporasi). Adapun luas lahan terbakar mencapai 373,155 hektare,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Rabu (14/8).

Untuk perkara yang menjerat pelaku perorangan, kata Sunarto, ditangani sejumlah Polres dimana lokasi kebakaran lahan terjadi. Rinciannya, satu kasus ditangani Polres Indragiri Hilir (Inhil), dengan luas lahan terbakar mencapai 40 hektare, dengan luas lahan terbakar mencapai 5 hektare.

Sedangkan Polres Pelalawan saat ini tengah menyidik dua perkara karhutla, dengan luas terbakar 35,9 hektare, dan 3 kasus yang ditangani Polres Rokan Hilir (Rohil) dengan luas lahan terbakar 7,05 hektare.

Sementara itu, Polres Bengkalis menangani 5 kasus kebakaran lahan seluas 110,75 hektare. Polres Siak sendiri menyidik 2 perkara yang menyebabkan 3,5 hektare lahan terbakar. Berikutnya, Polres Dumai yang menangani 5 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar adalah 12,5 hektare.

“Dua perkara yang menyebabkan terbakarnya 3,2 hektare lahan, telah dilimpahkan Polres Kepulauan Meranti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat atau tahap II. Sedangkan Polres Kampar menyidik satu perkara terbakar lahan seluas 2 hektare,” lanjut perwira menengah Polri yang biasa disapa Narto itu.

Tidak hanya itu, Polres Kuantan Singingi (Kuansing) juga menyidik 3 perkara, dengan luas lahan terbakar mencapai 2 hektare, tiga perkara ditangani Polres Pekanbaru. “Adapun luas lahan terbakar di Pekanbaru mencapai 1,25 hektare,” terang dia.

Sementara untuk korporasi, yakni PT SSS yang beroperasi di Pelalawan, penanganan perkara dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau. Saat ini, penyidik terus melengkapi berkas perkara, dimana sebelumnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah disampaikan ke Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

“Kita masih menunggu pelimpahan berkas perkara,” singkat Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, saat dikonfirmasi terpisah.(dod)

Comments

News Feed