oleh

Jamaah Haji Banyak Kelelahan

JAKARTA (HR)- Dalam proses melempar jumrah di Makkah, ratusan jamaah haji tahun ini banyak yang mengalami kelelahan fisik. Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie (SHL) mengatakan, seharusnya jamaah haji melakukan persiapan dulu sebelum berangkat haji, sehingga tidak mudah lelah saat melakukan ibadah haji.

“Sebenarnya untuk mengatasi kelelahan itu persiapannya harus exercise, ada preventifnya. Jangan sampai sudah lelah baru dilakukan upaya-upaya kuratif,” ujar dr. Syarief kepada Republika.co.id usai meluncurkan sandal dan sepatu SHL khusus kesehatan di Pelataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Ketua Lembaga Dakwah Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, upaya-upaya preventif usahakan dilakukan dua bulan sebelum melakukan aktivitas jalan jauh, sehingga daya tahan jamaah haji semakin meningkat.

“Setelah endurance-nya bagus, dia jalan jauh gak masalah. Nah selama ini kan orang lelah baru mengeluh. Itu yang jadi masalah, sehingga pola penanganannya adalah kuratif,” ucapnya.

Namun, menurut dia, jika jamaah haji Indonesia sudah terlanjur mengalami kelelahan maka solusi pemulihan terbaiknya adalah dengan memperbanyak istirahat, sehingga bisa mengumpulkan energinya kembali. “Lelah obatnya istirahat. Kalau di lelah istirahatkan dulu. Baru nanti kita pulihkan lagi bagaimana mengumpulkan energinya lagi, bagaimana melakukan upya-upaya peningkatkan endurance-nya tadi,” kata dr. Syarief.

Ketua I Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) ini juga menyarankan agar jamaah haji Indonesia mengonsumsi suplemen agar tidak mudah lelah. Namun, kata dia, jika sudah umur generatif tentu harus mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat. “Suplemen kalau pada masa pertumbuhan usahakan yang banyak mengnandung vitaman D, kalsium, yang banyak mengandung vitamin C,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, agar mengurangi kelelahan jamaah haji juga bisa menggunakan sandal khusus yang didesain khusus untuk jamaah haji dan umrah, yaitu Sandal SHL. Sandal yang diproduksi berdasarkan hasil penelitian dr. Syarief ini didesain khusus untuk mengganjal lengkungan di kaki, sehingga bisa meminimalisir kelelahan.

Sandal kesehatan haji tersebut bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 400 ribu di Rumah Sakit Haji Jakarta. “Sandal kesehatan ini bisa menghemat energi 20 persen,” ucapnya.

Jamaah Meninggal
Enam jamaah haji asal embarkasi Padang meninggal dunia saat berada di Arab Saudi. Dari enam orang tersebut, empat merupakan jemaah dari Sumatera Barat dan dua lainnya dari Bengkulu. “Sampai hari ini, ada enam jemaah embarkasi Padang yang meninggal di Tanah Suci. Empat orang jemaah dari Sumatera Barat dan dua orang lainnya dari Bengkulu,” kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Irwan, Rabu (14/8).

Ia mengatakan empat orang meninggal sebelum pelaksanaan wukuf dan dua lainnya meninggal setelah pelaksanaan wukuf di Arafah. Irwan mengatakan saat ini jemaah asal embarkasi Padang masih berada di Mina untuk menuju Mekah. “Alhamdulillah secara keseluruhan jemaah haji kita dalam keadaan sehat. Namun, ada beberapa orang yang sakit dan dirawat, namun sudah di-safari wukufkan. Ini karena kondisi jemaah kita banyak yang sudah tua. Sampai saat ini seluruh jemaah haji sudah melaksanakan rangkaian ibadah mulai Arafah, Muzdalifah dan Mina,” katanya lagi.

Pada musim haji tahun 2019 ini, embarkasi Padang memberangkatkan 7.042 orang jamaah haji yang berasal dari Sumatera Barat dan Bengkulu. Keseluruhan jemaah terbagi dalam 18 Kloter.

Berikut identitas enam jemaah asal embarkasi Padang yang meninggal di tanah suci, Lazran Mizlan Rais (68) jemaah kloter 2 asal Pondok, Sasak Ranah Pasisie Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, dimakamkan di Saraya, Mekah, Suhari Abu Subari (88) jemaah kloter 14 asal Jorong Koto Bakti Kurnia Selatan, Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, dimakamkan di Baqi, Layong Kara Ayub (72) jemaah kloter 16 asal Sungai Durian VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, dimakamkan di Saraya, Mekah, Zaini Sirin Hamid (70) jemaah kloter 18 asal Rawang Ketaping, Pasar Ambacang Kuranji, Kota Padang, dimakamkan di Saraya, Mekah, Muslimin Ahlul Separdam (74) asal Kepahiang, Bengkulu, dimakamkan di Saraya, Mekah, Amariah Hasan Sadini (64) asal Rejang Lebong, Bengkulu, dimakamkan di Saraya, Mekah.(rol/dtc)

Comments

News Feed