oleh

Sekdako Enggan Berkomentar Banyak

PEKANBARU (HR)- Sampai kini, nasib 177 tenaga honorer yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I tahun 2019 di Pemerintah Kota Pekanbaru masih belum ada kejelasan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, M Noer MBS saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Ia belum memastikan nasib para peserta seleksi yang sudah dinyatakan lolos. “Nanti tanya ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Itu masuk ke teknis,” jelasnya, Rabu (14/8).

Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Masykur Tarmidzi juga belum berkomentar tentang nasib para tenaga honor yang lolos seleksi PPPK tahap I di Pekanbaru. Ia belum menjawab pertanyaan wartawan saat dihubungi. Namun, sebelumnya Masykur sempat menyebut bahwa para tenaga honor K2 harus menanti jadwal untuk bekerja dengan status PPPK. Proses penempatannya masih menanti arahan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Masih seperti kemarin, masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Kita masih menanti jadwal mereka mulai kerja,” terangnya.

Para pegawai yang lolos dalam perekrutan PPPK saat ini masih bekerja sebagai tenaga honor K2. Mereka belum berstatus sebagai PPPK. Sumber gaji terhadap para PPPK yang lolos juga belum ada kejelasan. BKPSDM Kota Pekanbaru masih menanti arahan pemerintah pusat. “Kita menanti arahan, apakah tetap gunakan APBD atau DAU yang bersumber dari APBN,” jelasnya.

BKPSDM Kota Pekanbaru juga menunggu Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kegepagawaian Negara (BKN). Nama peserta yang lolos perekrutan sudah diumumkan. Ratusan peserta yang lolos dalam seleksi PPPK Pemerintah Kota Pekanbaru adalah para tenaga guru dan penyuluh pertanian. Namun penempatannya masih belum diketahui.

Penempatan PPPK berbeda dengan penempatan CPNS. Para CPNS sudah memperoleh penempatan sejak awal seleksi, sedangkan PPPK tidak demikian. Pengumuman hasil seleksi PPPK Pemerintah Kota Pekanbaru setelah dua bulan seleksi berlangsung. Seleksi pada Februari 2019, sedangkan pengumuman pada akhir Mei 2019.(hrc)

Comments

News Feed