oleh

Mantan Kadishub Dituntut 2 Tahun

PEKANBARU (HR)- Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bengkalis menuntut Jaafar Arif dengan pidana selama 2 tahun penjara. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis itu dinilai bersalah melakukan penyimpangan dana operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang GT 776.

Dalam perkara itu juga menjerat Yahdi Andriadi. Terhadap Kepala Cabang (Kacab) PT Gemalindo Shipping Batam (GSP) itu dituntut lebih tinggi, yakni 4,5 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Dolli Novaisal, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (15/8/).

Menurut Jaksa, perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Menuntut terdakwa Jaafar Arif dengan pidana penjara selama 2 tahun dan terdakwa Yahdi Andriadi dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan,” ujar Jaksa Dolli di hadapan majelis hakim yang diketuai Asep Koswara itu.

Selain itu, Jaksa juga menuntut Jaafar Arif membayar denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan. Sedangkan Yahdi Andriadi dituntut membayar denda Rp200 juta subsider 4 bulan penjara. Terhadap Yahdi, Jaksa juga membebankan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar lebih. “Satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa Yahdi Andriadi disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara. Jika tidak, terdakwa dapat mengganti dengan hukuman kurungan selama 2 tahun 3 bulan,” imbuh Dolli.

Atas tuntutan itu, majelis hakim meminta tanggapan kedua terdakwa. Setelah berkoordinasi dengan penasehat hukumnya, kedua terdakwa akan mengajukan pledoi. Nota pembelaan itu akan disampaikan pada persidangan selanjutnya. “Silahkan saudara siapkan pembelaan untuk dibacakan pada persidangan pekan depan,” kata Hakim Ketua, Asep Koswara.

Dalam dakwaan Jaksa dinyatakan, perbuatan kedua terdakwa bermula pada tahun 2003, saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis membeli KMP Tasik Gemilang GT 776. Tahun 2006 Pemkab Bengkalis melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis mengelola operasional KMP Tasik Gemilang GT 776.

Pengelolaan itu meliputi biaya bahan bakar minyak, gaji karyawan, biaya pemeliharaan (docking), dan biaya ke pelabuhan untuk mengangkut penumpang dan kendaraan yang melintasi pada jalur Air Putih-Sungai Selari dengan menggunakan APBD Kabupaten Bengkalis. Namun pengelolaan berhenti pada tahun 2009. Januari 2012, Jaafar Arif yang menjabat Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis, melakukan kesepakatan bersama Asmaran Hasan (almarhum) selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis dan Yahdi Andriadi. Pengelolaan KMP Tasik Gemilang GT 776 pada jalur Air Putih-Sungai Selari akan diberikan kepada terdakwa Yahdi Andriadi.

Tanpa adanya persetujuan Kepala Dinas Perhubungan, dan Informatika Kabupaten Bengkalis maupun Bupati Kabupaten Bengkalis selaku Kuasa Pengelola Aset Daerah, Jaafar Arif bertemu dan membahas rencana pengopersionalan KMP Tasik Gemilang GT 776 dengan Yahdi Andriadi.

Kedua terdakwa mencari perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan kemudian meminjam perusahaan tersebut untuk kepentingan penawaran. Yahdi Android menemui Aliaman Siregar, Kepala Cabang PT Sufie Bahari Lines Cabang Pekanbaru dan meminjam perusahaan tersebut.

Perusahaan itu diwakili oleh Yahdi Andriadi selaku Pengelola KMP Tasik Gemilang. Di dalam nota dinas yang diterbitkan terdakwa Jaafar Arif disebutkan, perusahaan tersebut dapat menguntungkan daerah. Namun dalam pengelolaannya, terjadi penyimpangan. Akibat perbuatan mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis periode 2013 hingga 2017 itu telah memperkaya terdakwa Yahdi Andriandi sebesar Rp1.294.569.960.(dod)

Comments

News Feed