oleh

Apindo Riau Gelar Workshop Go Public Bersama

PEKANBARU (HR) – Guna meningkatkan wawasan para pelaku usaha khususnya dibidang perekonomian, Apindo Riau menggelar workshop Go Public bersama dengan menggandeng Bursa Efek Indonesia dan juga . Acara diikuti pelaku usaha di Riau, OJK, PIPM dan perusahaan pasar modal di Riau.

Ketua DPD Apindo Riau, Wijatmoko Rahtrisno mengatakan bahwa Riau dengan segala potensinya, namun bukan merupakan provinsi yang tidak terdepan dalam jumlah perusahaan yang ‘melantai’ di bursa efek Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang sudah masuk ke bursa efek sudah dipastikan adalah perusahaan yang besar. Atau setidaknya memiliki manajemen perusahaan yang kuat.

“Riau memiliki sekitar 3,5 juta hektar kebun sawit yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan sawit. Jika perusahaan perusahaan tersebut melantai di bursa efek, akan dapat lebih berkembang dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Riau,” ujarnya, Rabu (21/8) di Hotel Furaya Pekanbaru.

Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan bahwa ke depan diharapkan perusahaan di Riau bersiap menghadapi perekonomian global dengan ikut melantai di bursa efek. Karena di pusat ekonomi seperi di Amerika, Eropa maupun raksasa ekonomi Asia sangat berkembang pasar modalnya.

Selama ini, tambahnya, dalam upaya pengembangan perusahaan, pelaku usaha masih menggantungkan pembiayaan pada sektor perbankan. Sebagai informasi, dalam 1 tahun, perbankan hanya bisa melakukan pembiayaan aebesar Rp 500-600 triliun untuk perusahaan di Indonesia. Sementara, kebutuhan pembiayaan terhadap dunia usaha di Indonesia mencapai Rp 1500 triliun. Masih kurang Rp 900 triliun untuk mencukupinya.

“Untuk itu, dengan go public lah jawabannya. Karena dengan perusahaan yang go publik, masalah pembiayaan tidak hanya tergantung pada perbankan. Karena siapa saja akan dapat menjadi investor pemegang saham pada perusahaan tesebut.

Kelebihan perusahaan yang sudah melantai di bursa efek akan banyak investor yang melirik. Mereka akan menganggap perusahaan yang sudah melantai di bursa efek memiliki reputasi yang baik.

Kepala PIPM Riau, Emon Sulaiman mengatakan bahwa kegiatan Workshop Go Public bersama Apindo Riau bertujuan untuk memperluas networking para peserta. Sharing bagi akselerasi perusahaan melalui penawaran umum. Upaya untuk membantu pelaku usaha di Riau memperoleh informasi pasar modal untuk mendukung kemajuan perusahaan.

649 yang tercatat di bursa efek Indonesia. Baru 1 perusahaan di Riau yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Padahal, tambahnya, go publik akan meningkatkan pamor dan kualitas perusahaan karena akan membantu untuk pengembangan san pembiayaan sehingga dapat mendongkrak reputasi perusahaan.(nie)

Comments

News Feed