oleh

Jamaah Haji Pelalawan Tertinggal di Batam Panitia Tidak Tahu Kabarnya

PANGKALAN KERINCI (HR)- Akibat mengalami sakit perut seorang jamaah haji harus mendekam beberapa saat di Rumah Sakit BP Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Hal ini dibenarkan Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Pelalawan H Syahrul Syarif saat ditemui di acara penyambutan Jamaah Haji, di Gedung Daerah Datuk Laksemana Mangkudiraja, Pangkalan Kerinci, Senin (26/8).

Dijelaskannya, Jamaah tersebut bernama Haji Nur Jas (64) warga Sorek 2 Kecamatan Pangkalan Kuras. “Memang dua hari sebelum pulang ke tanah air, jamaah bernama M Nur Jas sudah kurang sehat. Selera makannya menurun. Nah, ketika pulang dari Jeddah menuju Batam, beliau mengeluh sakit perut,” jelasnya.

Melihat kondisi jamaah tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan memutuskan membawa jamaah tersebut ke Rumah Sakit BP Batam untuk menjalani pemeriksaan.

“Begitu mendarat kita langsung membawa beliau ke Rumah sakit.
Hasil dari pemeriksaan singkat akhirnya Tim Dokter memutuskan jamaah tersebut harus menjalani rawat inap beberapa saat agar bisa pulih kembali,” terang Syahrul.

Dijelaskannya lagi, selama dirawat inap, jamaah tersebut didampingi tim kesehatan beserta istrinya, Hj Helmina yang juga jamaah haji asal Kabupaten Pelalawan.

Namun tidak begitu dengan Rudi, putra H Nur Jas yang merasa kesal dan kecewa atas pelayanan yang dilakukan PPIH terhadap orang tuanya.

“Kita tidak ada dikabari bagaimana kondisi orang tua saya di Batam,” ujarnya dengan sedikit ada rasa marah.

Ketika dikonfirmasi keluarga Rudi, pihak PPIH hanya menyebutkan jamaah tersebut sedang sakit di Batam tanpa tahu bagaimana keadaannya.

“Jadi kami merasa panitia tidak bertanggung jawab atas pengurusan maupun pemulangan orang tua saya tersebut,” kata dia lagi.

Rudi, Ketika ditanya kondisi terkini dari orangtuanya menyebutkan, masih menderita sakit, namun telah diizinkan pihak otoritas rumah sakit untuk pulang ke Pekanbaru.

“Kami masih di Batam. Kira – kira jam 04.00 Wib atau pukul 05.00 Wib subuh akan menuju Pekanbaru,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Rudi menyampaikan terimakasih kepada PPIH Batam dan juga Kemenag Riau atas bantuan yang diberikan selama perawatan orang tuanya.

“Terima kasih banyak,” ucap Rudi seraya menyebutkan lagi, agar PPIH Pelalawan benar – benar bertugas dengan baik.

“Jangan seperti Ustadz Asmar yang merasa sok dan arogan,” kata Rudi mengakhiri.(ton)

Comments

News Feed