oleh

BPS Riau Survei Pelayanan di Kejari Pekanbaru

PEKANBARU (HR)-Tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mulai melakukan survei mengukur kepuasan publik terhadap pelayanan yang diberikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Dijadwalkan, survei tersebut akan berlangsung hingga Jumat (6/9) mendatang.

Tim survei yang dipimpin Fungsional Staf Ahli Statistik BPS Riau, Mujiono, meninjau satu persatu ruangan yang ada di kantor Kejari Pekanbaru. Seperti ruang barang bukti, arsip, SIMKARI, tahanan, aula, hingga pelayanan e-Tilang.

Peninjauan itu didampingi Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto, dan Ketua Tim Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kejari Pekanbaru, Rully Afandi yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Turut terlihat, Kasi Intelijen Budiman, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yuriza Antoni.

Tak hanya itu, tim dari BPS juga melakukan wawancara dengan masyarakat yang kebetulan tengah berurusan dengan Korps Adhyaksa Pekanbaru itu. Seperti, warga yang hendak mengambil barang bukti, maupun yang mengurus tilang.

Dikatakan Mujiono, survei yang dilakukan itu merupakan instruksi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terkait pencanangan Zona Integritas Menuju WBK-WBBM.

“Kami diperintahkan oleh Menpan RB untuk menilai pelayanan publik yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari Kejaksaan,” ujar Mujiono, Rabu (4/9).

Menurut dia, penilaian itu tidak hanya dilakukan terhadap Kejari Pekanbaru saja, melainkan sejumlah instansi lainnya, baik instansi vertikal maupun instansi yang ada di daerah.

“Tidak cuma kejaksaan aja (yang dinilai), juga ada pengadilan negeri, tinggi, agama,” kata dia.

“Tidak hanya sebatas instansi vertikal aja, tapi juga di daerah kita lakukan, seperti Kantor Pelayanan Pajak Pekanbaru, kemudian Capil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,red) itu tetap kita data sesuai dengan permintaan Menpan RB,” sambungnya.

Mengingat waktu penilaian itu berlangsung hingga beberapa hari ke depan, Tim Survei dari BPS kata Mujiono, belum bisa memberi kesimpulan terhadap pelayanan Kejari Pekanbaru. Kendati begitu, dia berharap pelayanan yang sudah ada sekarang agar bisa lebih ditingkatkan.

“Kami belum bisa menilai, karena baru melakukan (survei). Harapan kami apa yang telah dilakukan, dapat lebih ditingkatkan,” pungkas Mujiono.

Sementara itu, Kajari Pekanbaru Suripto Irianto mengatakan, dalam pencanangan Zona Integritas menuju WBK-WBBM, pihaknya telah melakukan pemaparan di hadapan tim dari Kemenpan-RB di Jakarta. Itu dilakukan pada pekan lalu.

“Minggu lalu kami sudah melakukan desk evaluation di depan tim dari Kemenpan RB di Jakarta. Kemudian sekarang ditindaklanjuti oleh survei dari BPS Provinsi Riau,” sebut Suripto Irianto.

Survei yang dilakukan tim dari BPS itu, katanya, akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. “Tim (BPS Riau) akan bekerja dari hari ini hingga Jumat,” kata mantan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Dalam survei tersebut, Kajari mengatakan tim BPS melakukan pengecekan di sejumlah ruangan, terutama yang terkait pelayanan publik. Untuk mengukur kepuasan publik, juga dilakukan wawancara terhadap masyarakat.

“Melakukan wawancara, baik dengan kami maupun terutama dari masyarakat yang dilayani. Kalau tidak salah jumlahnya hampir 30 orang,” lanjut Kajari.

Kajari berharap, pihaknya akan mendapatkan penilaian maksimal. Semua itu, lanjutnya, demi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kita di samping ini (suatu) kewajiban, dari semula kita memang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” tandas Kajari Pekanbaru, Suripto Irianto.(dod)

Comments

News Feed