oleh

Pembunuhan Sadis, Penakaran Walet dan Duka Bupati Rokan Hilir

PEKANBARU (HR) – Tiga persoalan yang terjadi awal pekan ini menjadi sorotan publik khususnya pembaca setia HALUANRIAU.CO.

Diantaranya kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Siak. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, seorang perempuan SS akhirnya ditetapkan sebagai tersngka oleh penyidik reskrim Polres Siak, Provinsi Riau.

SS adalah istri dari Marison yang tewas dibunuh oleh dua orang pelaku, RM dan AH. Dua eksekutor itu adalah suruhan dari istri korban sendiri.

Lantas apa yang melatarbelakangi kasus kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia?.

Penyidik kepolisian menghadirkan tersangka SS dalam sebuah wawancara bersama awak media, Rabu 4 September 2019 di Polres Siak.

Perempuan itu mengakui segala perbuatan yang dipersangkakan kepolisian kepadanya. Bukan tanpa alasan, ternyata ada dendam dibalik tragedi berdarah yang menimpa korban.

Korban adalah seorang duda yang menikahi SS setahun yang silam. Sebagai janda, SS juga membawa seorang anak berusia 12 tahun. Masing-masing membawa seorang anak. Dalam bahtera rumah tangga, korban disebut tersangka sebagai sosok yang emosional.

Bukan hanya perlakuan kasar, bahwa ia menyebut suaminya juga kurang adil dalam memperlakukan anak kandung dan anak tirinya. Kecemburuan tersangka itu pula yang akhirnya menyimpan dendam. Seolah tidak ada jalan lain, SS berupaya menempuh jalan pintas dan berniat mencelakai suaminya.

Melalui jasa pelaku RM, istri korban memberikan perintah untuk melumpuhkan korban. Tidak begitu jelas bagaimana hal itu bisa terjadi. RM kemudian mengajak rekannya AH untuk melakukan aksi kejahatan tersebut hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Marison sempat menjalani perawatan beberapa saat di Puskesmas Sungaiapit, sebelum ia dipastikan tewas.

Polisi menguraikan kasus penemuan mayat korban. Kemudian penyelidikan berkembang dan berujung penangkapan terhadap dua eksekutor RM dan AH.

Dari keterangan keduanya, terungkap bahwa kejahatan itu didalangi SS tidak lain istri korban sendiri. Perempuan itu diamankan aparat sesaat setelah mengantarkan jenazah suaminya ke peristirahatan terakhir.

Peraturan Penakaran Walet

Pemilik toko di Kota Siak, dinilai telah melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Toko yang ada di sekitar kota Siak, tidak lagi sesuai peruntukannya. Seharusnya di bangun hanya dua lantai, tapi relita di lapangan banyak membangun menjadi tiga lantai.

Tidak hanya itu, izin yang mereka ajukan untuk toko, tapi di atasnya mereka jadikan penangkaran walet.

Ketika hal ini ditanyakan kepada Kasat Pol PP Kabupaten Siak Kaharuddin, menyatakan dari satpol PP bukan tidak punya nyali untuk menertibkannya, tapi kami saat ini masih dalam sosialisasi terlebih dulu kepada pemilik walet supaya ikuti aturan Perda Walet yang ada.

“Karena ini menyangkut persoalan orang banyak, tentu kami kalau melangkah harus mengacu kepada protap yang ada , termasuk dalam hal penertiban penangkar walet ini walet ini, tegasnya.

Sebab menurutnya, payung hukum terkait lokasi penangkar burung walet ini sudah diarahkan oleh Perda itu sendiri , dan payung hukum tersebut juga telah dirubah dan disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak pada akhir 2018 lalu .

Memang instansi yang dipimpinnya merupakan bagian dari Pemerintah Daerah, akan tetapi dalam hal mensosialisasikan Perda tersebut , bukan merupakan kewenangan Satpol , tapi ada OPD yang berwenang.

“Sedangkan untuk menertibkan penangkar burung walet dikota Siak Ini, kami tetap menunggu selesaikan dulu sosialisasi, karena kalau itu belum dilakukan, Maka kami dari satpol sudah pasti tidak akan berani melakukan penertiban ,”tegas Kasat Pol PP.

Sementara itu Suhemi Alias Kuanteng ketika di tanya, bahwa kalau di toko dia tidak ada penangkaran walet. “Di atas toko kami itu, adalah Gudang, bukan penangkaran walet, katanya.

“Memang ada lubang di atasnya, itu lubang sudah lama, mau panggil tidak ada burung yang masuk, jadi dijadikan gudang, cobalah lihat, ada burung tidak, kata suhemi nada seperti marah, tambahnya.

Sementara itu Kadis PU Kabupaten Siak Irving Kahar ketika di tanya masalah IMB dan izin walet, menyatakan belum ada sampai saat ini pengusaha Walet yang mengurus izin.

Duka Bupati Rokan Hilir

Hj Siti Aminah Syarwi (85) Ibunda Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno tutup usia, Rabu (4/9/19) sekitar pukul 07.50 WIB.

Siti Aminah meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis.

Kabar meninggal itu dibenarkan oleh Bupati Rohil H Suyatno kepada HALUANRIAU.CO, Rabu pagi.

Ia mengatakan saat ini jenazah ibunda akan dibawa ke rumah duka di kediamannya di Bengkalis, untuk disemayamkan.

“Iya, benar. Nanti ibu (Hj Siti Fatimah Syarwi, red) akan segera dibawa ke rumah duka Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kampung Tengah, Bengkalis,” jelasnya.

Sementara untuk pemakaman, Ia mengatakan itu akan dilakukan pada hari ini juga.

“Nantinya akan dimakamkan pada ba’da Ashar,” pungkasnya.(jon/eka/bamz)

Comments

News Feed