oleh

Pemprov Diminta Segera Liburkan Siswa Sekolah

PEKANBARU (HR)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau seharusnya telah meliburkan siswa sekolah mengingat semakin memburuknya kondisi udara di hampir seluruh daerah di Bumi Lancang Kuning. Apalagi korban terdampak kabut asap sudah banyak berjatuhan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pemuda Minang Riau, Zico Mardian Utama, Senin (9/9). Pernyataan itu disampaikannya menanggapi kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau yang akan meliburkan siswa sekolah jika level kondisi udara masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

“Saat ini telah banyak yang kena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut,red). Jadi pemerintah tak perlu gengsi. Jika harus diliburkan, ya liburkan aja segera,” ujar pria yang akrab disapa Zico Basko itu.

Menurut dia, kondisi udara saat ini sangat tidak baik bagi kesehatan manusia. Apalagi bagi siswa sekolah. Kondisi ini, kata dia, sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir.

“Jangan pula ditunggu kabut asapnya semakin tebal, baru diliburkan. Tidak dipikirkan soal kesehatan,” lanjut pengusaha muda Riau ini.

Dengan semakin lambatnya pemerintah bersikap, kata dia, akan membuat citra pemerintah semakin buruk. Pemerintah dinilai gagal melindungi warganya dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Seharusnya libur siswa sekolah itu lebih cepat. Seharusnya dalam edaran itu dinyatakan siswa sekolah sudah wajib libur (tidak menunggu level udara dalam kategori sangat tidak sehat,red). Juga tidak dibenarkan adanya kegiatan di luar rumah,” tegas dia.

“Pemerintah daerah tidak mengambil keputusan itu (segera meliburkan siswa, red), biar pemerintah pusat beranggapan kondisi Riau masih baik-baik saja. Karena gengsi, pemerintah belum meliburkan sekolah. Padahal yang sakit sudah ribuan orang,” sambungnya.

Sementara itu, terkait penanganan karhutla saat ini, Zico menyarankan agar Pemprov Riau bisa belajar pemerintahan sebelumnya. Dimana beberapa tahun sebelumnya, Riau pernah terbebas dari bencana kabut asap.

“Kita pernah punya pengalaman dalam mengatasi karhutla. Kita pernah bebas kabut asap zaman pemerintahan gubernur sebelumnya. Pemerintah saat ini jangan gengsi juga untuk berkoordinasi dengan pemerintah yang lama,” saran dia.

Koordinasi itu, katanya, terkait bagaimana cara mengatasi kabut asap akibat karhutla. Apalagi upaya itu sudah diakui pemerintah pusat.

“Seharusnya dengan sudah ada pengalaman, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Seharusnya pemerintah itu sudah menjalankan prosedur yang sudah ada. Mengapa (pemerintah) sebelumnya bisa? Seharusnya pemerintah saat ini jauh lebih baik (mengatasi karhutla),” pungkas Zico Mardian Utama.(dod)

Comments

News Feed