oleh

Sebuah Rumah di Gang Kampar I Mendadak Ramai, Ada Apa..?

PEKANBARU (HR)-Sebuah rumah di Jalan Kampar Gang Kampar I, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Senin (9/9) malam, mendadak ramai. Selain itu juga terlihat hilir mudik satu ekor anjing di sana.

Ramainya orang di sana bukan hendak membeli gorengan yang dibuat si empunya rumah. Melainkan, petugas kepolisian yang tengah bertugas.

Adalah seorang pemuda berinisial A yang diketahui telah diamankan pihak kepolisian. Dia diduga sebagai bandar narkoba.

Pemuda itu masih belia, masih berusia 17 tahun. Setidaknya itulah informasi awal yang disampaikan salah seorang keluarganya kepada haluanriauco malam itu.

“Dia lahir 2002, masih muda,” ujar wanita paruh baya yang tak ingin disebutkan namanya. Wanita itu diketahui adalah tante pelaku A itu.

Sementara itu pihak kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru masih melakukan penggeledahan di rumah itu.

Untuk diketahui, di lokasi itu hanya terdapat dua unit rumah yang bersebelahan. Satu rumah diisi oleh si A dan keluarga, dan satu rumah lagi dalam keadaan kosong.

Ditilik ke dalam rumah si, hanya terdapat dua buah kamar tidur. Di ruang tamu juga terdapat kasur yang terbentang di lantai.

Masuk ke dalam, langsung mendapati dapur. Di sana masih terlihat gorengan yang baru dibuat ibunya. Masuk ke dalam lagi, didapati kamar mandi. Kain-kain kotor berserakan di sana.

Memasuki kamar mandi itu, tembus ke sisi kanan rumah. Di sana seperti tempat pembuangan sampah. Di sanalah, polisi mendapatkan barang haram berupa narkoba.

Tidak tanggung-tanggung, polisi mendapatkan sabu yang dikabarkan seberat 4,5 kilogram dan satu toples ekstasi warna biru. Barang bukti itu didapatkan tertanam di tanah.

“Dia begini (bisnis narkoba, red) kan kita tidak tahu. Mamaknya jual gorengan,” lanjut sang tante.

Sementara upaya polisi untuk mendapatkan barang bukti lebih banyak masih berlanjut. Kali ini dengan melibatkan satu ekor anjing dari Unit K-9 dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.

Satu persatu bagian ruang disisir. Tak hanya bagian dalam rumah, halaman dan rumah kosong juga diendus anjing K-9. Tapi hingga pukul 22.45 WIB, hasilnya nihil. Sehingga petugas memilih balik kanan.

Sementara A sendiri diketahui telah diamankan petugas. Tak hanya dia, seorang pemuda berperawakan tinggi gemuk turut diamankan di lokasi tersebut. Lelaki yang belum diketahui identitasnya itu diketahui sempat membeli barang haram itu ke si A.

“Dia (pelaku A,red) itu ada kakaknya. Kakaknya pun kuliah karena dapat beasiswa,” lanjut tantenya berkisah.

Sang tante pun tak mengetahui jika keponakannya itu terlibat bisnis haram tersebut. “Dia begini kan kita tidak tahu. Mamaknya jual gorengan,” kata dia.

Dia pun menyayangkan perbuatan keponakannya itu. Menurut dia, keluarga tersebut jauh dari kata sejahtera. Apalagi ayah si A sudah duluan merasakan dinginnya lantai tahanan karena terlibat kasus yang sama.

“Kadang makan kadang gak. Kadang kami antar sayur ke mari. Kadang anaknya datang. Saya gak tau kalau ponaan saya kerjanya begini,” lirih dia.

Dikonfirmasi, Kepala Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Deddy Herman, membenarkan adanya pengungkapan tersebut.

“Penangkapannya benar, barang bukti masih 4,5 kilogram. Pelaku baru satu,” kata Deddy Herman.

Deddy menuturkan, pihaknya masih melakukan pengembangan.(dod)

Comments

News Feed