oleh

Dishub Kota Amankan Jukir di Soebrantas

PEKANBARU (HR)- Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Selasa (10/9), mengamankan seorang oknum Juru Parkir di Pasar Simpang Baru, Jalan HR Soebrantas. Bukan tanpa alasan, ia tertangkap tangan sedang memungut uang parkir untuk jenis kendaraan bermotor melebihi ketentuan Peraturan Daerah, yakni Rp3.000 untuk sekali parkir.

“Kita amankan, dia tertangkap tangan memungut uang parkir Rp3.000 untuk kendaraan roda dua. Tindakan itu jelas melanggar Perda,” kata UPT Perparkiran Dishub Pekanbaru, Khairunnas, Selasa (10/9).

Akibat perbuatannnya, Dishub memberikan sanksi sosial, menempelkan karton putih bertulis ” Parkir 3.000″ di dada oknum Juru Parkir (Jukir) tersebut. Kemudian disaksikan masyarkat, untuk memberi efek jera agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi. “Kita langsung beri sanksi agar oknum juru parkir tidak lagi memungut uang parkir seenaknya saja,” tegas Khairunnas.

Persoalan tarif parkir di Pekanbaru memang masih menghantui warga pengendara, terlebih di lokasi rawan. “Kebanyakan para pelaku adalah juru parkir liar. Mereka tak mau memungut sesuai Perda yang ada. Tapi kita tak akan bosan menindak, apalagi kalau ada warga yang melapor ke kami,” imbuhnya.

Pernyataan terkait pungutan parkir melebihi Perda Pekanbaru sudah oernah disampaikan Plt Kadishub Yuliarso, belum lama ini. Dia mengatakan, pihaknya tak segan lagi mempidanakan persoalan tersebut ke aparat hukum karena sudah meresahkan masyarakat.

“Jauh sebelum Walikota meminta kita menindak Jukir liar, kami sudah menertibkannya. Indikasinya sudah banyak, bahkan dari sebelum lebaran kemarin. Kami sudah tindak pelakunya ,kalau masih berani, bersama tim terpadu kami akan tarik masalah pidananya,” tegas Yuliarso, didampingi Kepala UPTD Parkir Dishub Pekanbaru, Khairunnas, Selasa (11/6).

Kepada masyarakat, Yuliarso, meminta agar tidak melayani permintaan tarif parkir di atas ketentuan Perda. Yakni untuk sepeda motor Rp1.000 dan kendaraan roda empat Rp2.000. Kalau Jukir tetap ngotot, poto atau langsung videokan, langsung kirim ke petugas Dishub. “Jangan layani oknum Jukir itu meminta tarif diatas ketentuan Perda. Apalagi kalau tak ada bukti atau tiket. Sekarang sudah canggih, langsung poto atau videokan, kirim ke kami,” imbuhnya.

Saking geramnya, Yuliarso, tegas mengatakan tidak mengakui Jukir liar itu sebagai petugas parkir resmi, karena itu sekali lagi dia menyarakan masyarakat agar mengabaikan permintaan tarif yang jelas-jelas melanggar. “Kami tak mengatakan Jukir itu petugas parkir. Kalau dia petugas yang kami tunjuk, pasti kami langsung berikan Surat Peringatan sampai pencabutan Kartu Tanda Anggota.Biar warga tak resah lagi karena perbuatannya,” tutupnya.

Comments

News Feed