oleh

Hujan Deras, Pekanbaru Dikepung Banjir (sub) Tergolong Terparah Tahun IniAktivitas Warga Terganggu

PEKANBARU(HR)- Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu,(14/11), malam, mengakibatkan banjir di hampir semua titik wilayah di Kota Pekanbaru. Hujan yang turun tergolong lama itu juga mengakibatkan aktivitas sejumlah warga terganggu pada Kamis (15/11) pagi h

Pada Rabu (14/11) malam, sejumlah ruas jalur lalu lintas menjadi lumpuh. Pantauan Haluan Riau di lapangan, titik terparah yang mengalami hal itu terjadi di sepanjang Jalan Arifin Achmad, dengan ketinggian air mencapai 40 cm.
Bukan hanya itu, derasnya hujan yang tak kunjung reda, juga menyebabkan lokasi seperti danau, dengan genangan yang terus meluas mencari dataran rendah. Kejadian serupa juga ditemui di lokasi Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari depan Rumah Sakit Awal Bross, sampai menuju arah Simpang Tiga.
Sejumlah warga yang melintas di jalan tersebut, terpaksa menghentikan kendaraan karena takut terjebak genangan yang semakin deras. Ada juga yang nekat menerobos, bahkan beberapa di antaranya sempat mogok tak sanggup melewati derasnya arus air.
“Jangankan sepeda motor, mobil saja mogok, dari tadi saya berdiri di sini sudah ada lima sepeda motor mogok, satu mobil dan dua lagi becak. Makanya saya tak berani terobos genangan air, kalau mogok rumah saya jauh, tunggu ajalah sampai agak reda,” kata Irwan, pengendara yang memilih memarkirkan mobilnya di depan Ruko yang berada di lokasi titik banjir.
Ungkapan kekesalan berulang kali disampaikannya, sebab kondisi serupa bukan hanya terjadi kali ini bahkan sudah berulang kali tanpa ada perkembangan. Sebab Jalan Arifin Achmad, merupakan salahsatu jalan yang mau tidak mau harus ditempuh menuju tempat tinggalmya di daerah Simpang Panam.
“Biasanya jalan ini juga tergenang, tapi tidak separah ini, kalau gini bagaiman mau lewat. Kita mintalah pemerintah untuk mencarikan solusinya. Ini kan fasilitas umum, tadi saya lewat Sudirman, sudah nampak juga banjirnya, tapi anehnya kok semakin sampai Jalan Arifin banjirnya makin parah, apalagi pas di depan Restoran Angkringan dan rumah PAN itu. Dah tersendat-sendat tadi mobil saya, makanya tak berani melanjutkannya. Jangan bilang ini jalan Kota, atau Jalan Provinsi atau Jalan Nasional. Ini jalan kita bersama, seharusnya dipikirkan bersama bagaimana mengatasinya,” cetusnya.
Lokasi lain yang juga mengalami hal serupa terjadi di Jalan Lembah Raya, di dearah itu bukan hanya satu kendaraan mengalami mogok tapi puluhan kendaraan terpaksa diparkirkan di pinggir jalan, setelah nekat menerobos genangan air setinggi lutut orang dewasa.
“Tadi mau coba terobos karena mau cepat sampai rumah, tapi ketinggian air tidak rata, semakin ke tengah semakin dalam, akhirnya motorpun mogok,” kata Mas Jun.
Penuturan serupa disampaikan Narti, yang terpaksa mendorong kendaraannya yang mogo karena di sekitar lokasi banjir tak ada lagi bengkel yang buka.
“Mendoronglah Bang, mau bagaimana lagi, sudah tahu langganan banjir tapi pemerintahnya diam saja tak ada solusi,” ujar dia dengan logat kental Sumatera Utara.

Ganggu Aktivitas
Pada Kamis (15/11) pagi, air masih membanjiri sejumlah titik jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Di Jalan Paus yang terletak di kecamatan Marpoyan Damai, ketinggian air mencapai 30 cm. Namun menurut salah seorang warga, volume air sudah turun pada subuh.
Menurut pemilik toko perabotan rumah tangga tersebut, banjir ini mengakibatkan macet panjang pada pagi hari. mengingat Jalan Paus terdapat beberapa sekolah yakni SMAN 5 dan MAN 1 Pekanbaru.
“Panjang tadi macetnya, karena ada sekolah disekitar sini. belum lagi yang mogok juga banyak,” ucapnya.
Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan Dharma Bakti dan Fajar yang terletak di Kecamatan Payung Sekaki. Tidak hanya menutupi ruas jalan, banjir juga memasuki perumahan warga hingga mencapai ketinggian 80 cm.
Pengakuan sejumlah warga, banjir kali ini merupakan yang terbesar di tahun 2018.
“Ini yang paling parah, sampai sepinggang orang dewasa. perabotan rumah juga pada basah semua,” ujar Edi.
Lurah kelurahan Labuh Baru Barat Agus Sutiartono, bersama Bhabinkantibnas Azwar AS serta didampingin oleh Ketua Forum RT/RW lansung turun ke lapangan guna mengecek keadaaan warganya.
Agus menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Payung Sekaki terkait penyelesaian masalah tahunan tersebut. “Kita sudah mengajukan beberapa usulan, namun sekarang realisasinya terkendala di pencairan dana,” ungkap Agus kepada Haluan Riau.
Masih menurut Agus, parahnya kondisi banjir di wilayahnya karena kurangnya drainase akibat tertutup oleh ruko.
“Banyak ruko yang tidak membuat lubang kontrol air ketika menutup parit, kemudian kedai-kedai yang di bangun diatas parit juga membuat air tidak mengalir, ke depan kita akan cek izin mereka,” tuturnya.
Akibat dari banjir tersebut, sejumlah aktivitas ekonomi warga terganggu. Beberapa kedai dan toko tutup akibat kemasukan air. Macet pun tidak terelakkan akibat melambatnya laju kendaraan dan sebagian kendaraan bermotor mengalami mogok.
Selain itu, kegiatan belajar mengajar juga terganggu. SDN 124 Labuh Baru Barat bahkan harus meliburkan siswanya karena kelas mereka tergenang air hingga 30 Cm. ” SD 124 siswanya di liburkan karna banjir,” tutup Agus.(her, riz)

Comments

Berita Terbaru