oleh

Suhardiman Amby : Yang Melanggar, Kita Sikat Semua

PEKANBARU (HR)-Sekretaris Komisi III DPRD Riau Suhardiman Amby meminta PT Sari Lembah Subur (SLS) dan PT Adei Plantation tidak lepas tangan terkait truk pengangkut CPO yang diamankan petugas. Menurutnya, perusahaan itu harus bertanggungjawab terhadap kerusakan jalan akibat truk pengangkut CPO milik mereka.

Menurut pria bergelar Datuk Panglima Dalam itu, pihak perusahaan adalah pemilik CPO. “Semestinya sebagai pemilik CPO mereka harus mengetahui berapa tonase yang dibolehkan (melintasi) jalan kita ini,” kata Datuk, Kamis (28/3).

BACA : PT SLS dan PT Adei Bantah Truk CPO yang Diamankan Petugas Miliknya

Lebih lanjut dikatakannya, kendaraan itu juga telah dimodifikasi, terutama pada bagian sasis. Pemilik truk, katanya, telah merubah bentuk, baik panjang dan lebar sasis. Dan hal itu tidak diperbolehkan.

“Sesuai UU Nomor 22 (tahun 2009 tentang Lalulintas), itu (sasis,red) harus dicincang, dipotong. Nanti semuanya akan kita lakukan hal yang sama,” kata politisi Partai Hati Nurani (Hanura) itu.

Dengan begitu, lanjut Datuk, pihak perusahaan tidak boleh lepas tangan. Pihak perusahaan yang memberikan kontrak kepada vendor, sebutnya, harus  menyampaikan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

“Jangan buat ketentuan seenak perutnya sendiri. Bangun jalan ini pakai uang rakyat. PBB masyarakat dipungut, PPN masyarakat dipungut, PPH masyarakat dipungut. Yang habiskan mereka, yang menghancurkan jalan CPO mereka. Mereka jangan lepas tangan,” tegas legislator asal Kuantan Singingi (Kuansing) itu.

BACA : Dewan Sidak PT SLS dan Adei

“CPO mereka itulah merusak jalan kita. Itu karena muatan tak sesuai dengan kapasitas (jalan) yang ada. Kapasitas kita hanya mampu (menahan) sekitar 20 ton. Yang diangkat (truk) lebih kurang 37 ton,” sambungnya.

Lebih lanjut ditegaskan Datuk, pihaknya akan terus melakukan hal serupa. Siapapun yang melanggar, harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kita hanya menegakkan undang-undang saja. Intinya, siapa pun yang melakukan kejahatan seperti itu, harus kita tindak. Mereka yang tidak sesuai ketentuan itu, kita sikat semua. Vendor siapapun dia, tak peduli kita. Mau punya si A, punya si B, mau bintang 1, bintang 2, kalau itu melanggar aturan, kita sikat semua,” pungkas Suhardiman Amby.(dod)

Comments

Berita Terbaru